eProceedings of Engineering
Vol 9, No 2 (2022): April 2022

Perancangan Jaringan Serat Optik Untuk Komunikasi Lte Penumpang Pada Kereta Cepat Jakarta-surabaya Sub Jakarta-cirebon

Argymnasthiar Ramadhana (Telkom University)
Erna Sri Sugesti (Telkom University)
Rina Pudji Astuti (Telkom University)



Article Info

Publish Date
01 Apr 2022

Abstract

Abstrak BPS (Badan Pusat Statistik) menyampaikan bahwa jumlah penumpang sepanjang 2020 mengalami penurunan karena pandemi Covid-19 yang terus meningkat, jumlah penumpang kereta untuk Jabodetabek sebanyak 154,591 (ribu) penumpang dan non-jabodetabek sebanyak 28,805 (ribu). Pada teknologi backbone optik dapat digunakan pada (SDH) Synchronous Digital Hierarchy STM-64 DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing), teknologi jaringan akses menggunakan XG-PON, dan teknologi core network LTE (Long Term Evolution) menggunakan EPC. Rancangan yang dibuat berupa dengan parameter delay, power link budget, Q-factor, rise-time, SNR, dan BER dengan ketentuan standar ITU-T G.987, ITU-T G696.1 DAN 3GPP TS23.203. Hasil perancangan membutuhkan satu EPC di Jakarta. Delay pada link sisi Downstream 1.569633952 ms. Link downstream didapat pada link STO Pagaden – Site 26_KROYAML dengan LPB sebesar -19.83 dBm, Q-factor 8,960069158, BER 1,64x10-19 dan RTB 0,046097749 ns. Untuk link upstream total delay yang didapat adalah 1.569123599 ms, LPB terendah didapat pada site tambahan 14 - STO CIKINI dengan LPB sebesar -19,62 dBm, Q-factor 6.76041511, BER 1,02x10-12, dan RTB 0.046097724. Dan link backbone terendah LPB -23,67 dBm, Q-factor 11,08921015, BER 7,133x10-29, dan RTB 0.044821906 ns. Kata Kunci: LTE (Long Term Evolution), Backhaul, Backbone, EPC, XG-PON, DWDM. Abstract BPS (Central Statistics Agency) said that the number of passengers throughout 2020 experienced a decline due to the increasing the Covid-19 pandemic, the number of train passengers for Jabodetabek was 154,591 (thousand) passengers and non-Jabodetabek were 28.805 (thousand).Optical backbone technology can be used on (SDH) Synchronous Digital Hierarchy STM-64 DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing), access network technology using XG-PON, and LTE (Long Term Evolution) core network technology using EPC. The design is made with parameters of delay, power link budget, Q-factor, risetime, SNR, and BER with the standard provisions of ITU-T G.987, ITU-T G696.1 AND 3GPP TS23,203.The design require one EPC in Jakarta. Delay on Downstream side link of 1.569633952 ms. The downstream link is obtained at the STO Pagaden – Site 26_KROYAML with LPB of -19,83 dBm, Q-factor 8.960069158, BER 1.64x10-19 and RTB 0.046097749 ns. For upstream link, total delay obtained is 1.569123599 ms, lowest LPB is obtained at additional site 14 - STO CIKINI with LPB of -19,62 dBm, Q-factor 6.76041511, BER 1.02x10-12, and RTB 0.046097724. And lowest backbone link, LPB is -23,67 dBm, Q-factor is 11.08921015, BER is 7.133x10-29, and RTB is 0.044821906 ns. Keywords: LTE (Long Term Evolution), Backhaul, Backbone, EPC, XG-PON, DWDM

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

engineering

Publisher

Subject

Computer Science & IT Control & Systems Engineering Electrical & Electronics Engineering Engineering Industrial & Manufacturing Engineering

Description

Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing ...