Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi penjumlahan pecahan berpenyebut beda, hasil belajar siswa pada materi tersebut belum mencapai KKM. Tujuan umum dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan cooperative learning tipe think-pair-share untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang penjumlahan pecahan berpenyebut beda. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian ini adalah guru, dan seluruh siswa kelas V A dan B SDN Mangkubumi yang berjumlah 48 orang siswa. Penelitian dilaksanakan selama tiga siklus. Instrumen yang digunakan adalah RPP, lembar soal, lembar analisis RPP, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes, teknik observasi, dan studi dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, terdiri dari tahap reduksi data, sajian data, dan verifikasi atau penyimpulan data. Hasil perencanaan pada siklus I mencapai persentase 91%, pada siklus III sudah menunjukkan peningkatan yang signifikan yaitu persentase keberhasilan 98%. Aktivitas guru pada pembelajaran siklus I mencapai persentase 90%, pada siklus III peningkatan yang dicapai sudah cukup optimal dengan persentase 98%. Aktivitas siswa pada pembelajaran siklus I mencapai persentase 88%, siklus III peningkatan yang dicapai sudah cukup optimal, dengan persentase 98%. Dan hasil belajar siswa siklus I persentase keberhasilan siswa mencapai 54%, pada siklus III dengan keberhasilan siswa mencapai 92%. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa tentang penjumlahan pecahan berpenyebut beda dapat ditingkatkan dengan menerapkan cooperative learning tipe think-pair-share.
Copyrights © 2018