Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya variasi penggunaan model pembelajaran oleh guru. Pembelajaran cenderung menggunakan model konvensional yaitu dengan metode ceramah, sehingga siswa cepat merasa jenuh ketika pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif (berupa nilai pretest dan posttest) siswa dikelas V B sebagai eskperimen dan kelas V C sebagai kelas kontrol. Jenis Penelitian ini adalah Quasi Eksperimen. Data penelitian dikumpulkan melalui tes. Jenis penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan penelitian dua kelompok sampel yang terdiri atas kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas eksperimen menggunakan perlakuan dengan model pembelajaran cooperative learning tipe STAD sedangkan kelas kontrol menggunakan model konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: hasil pretest kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata 53,6, sedangkan kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata 53. Untuk hasil posttest pada kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata 67 sedangkan kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata 83,4. Penggunaan model pembelajaran cooperative learning tipe STAD mempengaruhi peningkatan hasil belajar siswa pada materi peristiwa menjelang proklamasi. Dibuktikan dengan perolehan persentase rata-rata nilai posttest antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Nilai siginifikansi antara kelas kontrol dan kelas eksperimen adalah 0,000. Dalam kriteria perhitungan berdasarkan signifikansi yaitu 0,000 0,05 maka H0 ditolak yang artinya kedua kelas tersebut tidak memiliki varian nilai yang sama. Dengan demikian, pengaruh model pembelajaran cooperative learning tipe STAD terhadap peningkatan hasil belajar siswa termasuk pada kriteria kuat.
Copyrights © 2017