Judiciary (Jurnal Hukum Dan Keadilan)
Vol. 9 Issue. 1 (2020)

PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG HAK CIPTA SINEMATOGRAFI TERHADAP PELANGGARAN DALAM STREAMING GRATIS DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014

Aderista Tri Wahyufi (Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya)
Karim (Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya)



Article Info

Publish Date
03 Nov 2022

Abstract

Hak Kekayaan Intelektual atau biasa disebut dengan “HKI” atau singkatan “HaKi”merupakan hak yang timbul untuk suatu hasil pikir otak yang menghasilkan suatu produkatau proses yang berguna untuk manusia. Salah satu objek yang dilindungi dibidang hakcipta adalah sinematografi yang diatur dalam Pasal 40 ayat (1) UUHC. Yang termasukdalam karya sinematografi adalah film dokumenter, film iklan, film kartun, reportase ataufilm cerita yang dibuat dengan skenario. Film adalah karya seni budaya yang merupakanpranata sosial dan media komunikasi massa yang dibuat berdasarkan kaidah sinematografidengan atau tanpa suara dan dapat dipertunjukkan. Semakin banyaknya situs film gratis diinternet mengubah kebiaasan masyarakat dari menonton film di bioskop menjadimenyaksikannya pada situs di internet. Tentu saja ini membuat kerugian pada pencipta ataupemegang hak cipta dikarenakan penyedia layanan situs tersebut melakukan penggandaanpada film tanpa izin dari pencipta atau pemegang hak cipta. Film sebagai karya dankekayaan intelektual sudah seharusnya dilindungi oleh Undang-undang agar tidakmenghilangkan hak-hak yang dimiliki oleh penciptanya.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

judiciary

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

JUDICIARY ( Jurnal Hukum & Keadilan ) diterbitkan oleh Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya secara berkala 2 kali dalam setahun (Juni dan Desember). Jurnal ini adalah jurnal yang bertemakan Ilmu Hukum, dengan manfaat dan tujuan bagi perkembangan Ilmu Hukum, dengan mengedepankan sifat ...