Karim
Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG HAK CIPTA SINEMATOGRAFI TERHADAP PELANGGARAN DALAM STREAMING GRATIS DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 Aderista Tri Wahyufi; Karim
Jurnal Hukum Dan Keadilan Vol. 9 Issue. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.31 KB)

Abstract

Hak Kekayaan Intelektual atau biasa disebut dengan “HKI” atau singkatan “HaKi”merupakan hak yang timbul untuk suatu hasil pikir otak yang menghasilkan suatu produkatau proses yang berguna untuk manusia. Salah satu objek yang dilindungi dibidang hakcipta adalah sinematografi yang diatur dalam Pasal 40 ayat (1) UUHC. Yang termasukdalam karya sinematografi adalah film dokumenter, film iklan, film kartun, reportase ataufilm cerita yang dibuat dengan skenario. Film adalah karya seni budaya yang merupakanpranata sosial dan media komunikasi massa yang dibuat berdasarkan kaidah sinematografidengan atau tanpa suara dan dapat dipertunjukkan. Semakin banyaknya situs film gratis diinternet mengubah kebiaasan masyarakat dari menonton film di bioskop menjadimenyaksikannya pada situs di internet. Tentu saja ini membuat kerugian pada pencipta ataupemegang hak cipta dikarenakan penyedia layanan situs tersebut melakukan penggandaanpada film tanpa izin dari pencipta atau pemegang hak cipta. Film sebagai karya dankekayaan intelektual sudah seharusnya dilindungi oleh Undang-undang agar tidakmenghilangkan hak-hak yang dimiliki oleh penciptanya.