Inisiasi Menyusu Dini (EBI) adalah kemampuan bayi untuk menyusu segera setelah lahir, dalam 60 menit pertama atau 1 jam setelah dilahirkan, dan terjadi kontak kulit antara bayi baru lahir dengan ibunya. Keberhasilan menyusui juga dipengaruhi oleh kesiapan ibu dan teknik menyusui yang tepat. Pemberian ASI segera dan sering setelah melahirkan terbukti dapat meningkatkan produksi ASI. Dalam teori keperawatan pencapaian peran ibu - Becoming-a-Mother yang dikembangkan oleh Ramona T. Mercer, fokus utama adalah proses dalam mencapai peran ibu dan proses menjadi seorang ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode menjadi ibu menyusui terhadap keberhasilan inisiasi menyusu dini, teknik menyusui, dan pengeluaran ASI di Rumah Sakit Ibu Anak Kendangsari Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan menggunakan desain post test only control group design. Pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan cara consecutive sampling. Sampel adalah ibu hamil yang menjalani kelas laktasi, sebanyak 28 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data statistik dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon signed ranks test dan Mann Whitney test. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan dukungan suami antara kedua kelompok setelah pemberian modul laktasi menjadi ibu (p = 0,06). Tidak ada perbedaan pengetahuan ibu pada kedua kelompok setelah pemberian modul menjadi ibu laktasi (p = 0,324), tidak ada perbedaan waktu EBI pada kedua kelompok setelah pemberian modul menjadi ibu laktasi (p = 0,549), tidak ada perbedaan teknik menyusui pada kedua kelompok setelah pemberian modul menjadi ibu laktasi (p = 0,979), dan tidak ada perbedaan debit ASI pada kedua kelompok setelah pemberian modul menjadi ibu laktasi. (p = 0,453). Modul laktasi menjadi ibu tidak berpengaruh terhadap keberhasilan inisiasi menyusu dini, teknik menyusui dan pengeluaran ASI.
Copyrights © 2022