Intelkam Polri dalam perkembangan keamanan dan ketertiban masyarakat mempunyai peran yang sangat krusial. melalui peran teknologi intelijen yang dimiliki, diharapkan dapat mendeteksi secara dini potensi-potensi konflik di tengah masyarakat seawal mungkin sehingga dapat ditangkal untuk berkembang menjadi konflik yang meluas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa interview terhadap para pihak yang bersentuhan langsung dengan penggunaan teknologi intelijen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan dalam optimalisasi peran Teknologi Intelijen oleh Ditintelkam Polda Lampung dalam rangka deteksi dini potensi konflik sosial di Provinsi Lampung antara lain, berasal dari manusia (man) yaitu hambatan dalam mengikuti perkembangan teknologi Informasi; uang (money) yaitu kurangnya dukungan anggaran untuk pengadaan/peningkatan alat-alat khusus (Alsus) Teknologi Intelijen; kemudian hambatan sarana (materials) yaitu perlunya pembaruan peralatan dan software pendukung; dan terakhir metode (methods) yaitu perlunya pedoman baku deteksi dini konflik sosial di wilayah Lampung, belum terciptanya sistem informasi berbasis aplikasi serta belum optimalnya pemberdayaan media pemberitaan. Kemudian optimalisasi peran Teknologi Intelijen oleh Ditintelkam Polda Lampung dalam rangka deteksi dini potensi konflik sosial di Provinsi Lampung lebih mengedepankan pemanfaat peralatan khusus (Alsus) Intelijen serta teknologi informasi yang berkembang.
Copyrights © 2022