Penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita dalam materi penjumlahan dan pengurangan, akan tetapi model pembelajaran yang digunakan pada pembelajaran matematika di SD Negeri 1 Kedung Jaya masih menggunakan model pembelajaran konvensional. Akibatnya tingkat kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita dalam materi penjumlahan dan pengurangan pada pembelajaran matematika menurun dan tujuan pembelajaran belum tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita dalam materi penjumlahan dan pengurangan dengan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini berupa penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan melalui dua siklus dengan model Kemmis dan Taggart. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah data kuantitatif yang dihasilkan dari observasi pelaksanaan pembelajaran dan analisis kualitatif dari data catatan lapangan. Data yang bersifat kuantitatif dianalisis dengan analisis persentase yang diinterpretasikan menjadi data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika siswa melalui model pembelajaran berbasis masalah mengalami peningkatan. Melalui model pembelajaran berbasis masalah kemampuan siswa meningkat dalam menyelesaikan soal cerita pada materi penjumlahan dan pengurangan dengan indikator memahami soal, membuat perencanaan, melaksanakan rencana, serta membuat kesimpulan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan rata-rata persentase skor indikator dalam kemampuan menyelesaikan soal cerita sebesar 59,59% pada siklus I menjadi 79,29% pada siklus II.
Copyrights © 2021