Masalah utama yang dihadapi oleh PDAM adalah tersedianya data, baik untuk keperluan perencanaan, maupun untuk operasi dan pemeliharaan. Ketersediaan data, selain terbatas juga terpisah antara data teknis (peta), data pelanggan, dan data finansial. Kondisi tersebut menambah kesulitan bagi manajemen untuk mengambil suatu keputusan. Sistem Informasi Geografis (SIG) menawarkan fitur yang dapat memadukan antara data teknis dan data nonteknis menjadi satu kesatuan yang dikaitkan dengan spasial. Penerapan SIG dalam Sistem Penyediaan Air Bersih, akan sangat bermanfaat tidak saja pada proses perencanaan, operasi dan pemeliharaan, tetapi juga dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Dari pelaksanaan pilot projek di RW11, Kelurahan Kopo Kecamatan Bojongloa Kaler Kotamadya Bandung menunjukkan bahwa untuk melakukan penggabungan data teknis dan nonteknis dalam satu kesatuan dengan data spasial tidak sulit untuk dilakukan. Hasil penyusunan basis data dalam sistem informasi geografis dapat memberikan gambaran yang menyeluruh tentang kondisi sistem penyediaan air bersih, sehingga semua pekerjaan dapat dilakukan tepat waktu.
Copyrights © 2010