AbstractThe background of this research problem is based on the profit-sharing agreement made between the ship owner and the ship's crew, based on an oral agreement that has occurred long ago. The distribution of the results obtained after going to sea to the parties varies greatly depending on the habits of the local community and also depending on the agreement of the parties. The agreement creates a legal relationship between the ship owner and the ship's crew and in that relationship, each party has reciprocal rights and obligations.The title of this research is the Implementation of Marine Catch Sharing Agreements between Fishing Boat Owners and Cultivating Fishermen in Karimata Islands District, North Kayong Regency. The formulation of the problem in this research is "What are the causes of the non-implementation of the Sea Catch Sharing Agreement between the Owners of Fishing Vessels and Cultivators?" The purpose of this study was to obtain data and information regarding the implementation of the agreement for the sharing of marine catches between the owners of fishing boats and working fishermen in the Karimata Islands District, Kayong Utara Regency, to reveal the factors causing the non-implementation of the agreement for the sharing of marine catches between the owners of fishing boats and working fishermen. in the District of Karimata Islands, Kayong Utara Regency, to disclose the legal consequences for fishing boat owners who default on working fishermen in the profit sharing agreement and to reveal the efforts that working fishermen can take against fishing boat owners who default in the profit sharing agreement in the Archipelago District. Karimata, North Kayong Regency. The method used in this study is the empirical method by collecting primary data in the form of interviews and questionnaires and secondary data from primary, secondary and tertiary legal materials. In this study, the author uses an empirical method with a descriptive approach, namely by describing and analyzing based on facts or existing data collected as they were at the time this research was conducted.The results of the research are the implementation of the agreement for the sharing of marine catches between the ship owner and the fishermen in the Karimata Islands District, Kayong Utara Regency only verbally. Even though it is only verbal, it still has legal force and is the same as an agreement made in writing. The factor causing the non-implementation of the agreement for sea catches between fishing boat owners and working fishermen in the Karimata Islands District, Kayong Utara Regency is due to the lack of transparency in the distribution of catches. Keywords: Profit Sharing Agreement, Sea Catch, DefaultAbstrak Latar belakang masalah penelitian ini didasarkan pada perjanjian bagi hasil yang dilakukan antara pemilik kapal dengan anak buah kapal, didasarkan atas kesepakatan lisan yang telah terjadi sejak dahulu. Pembagian hasil yang didapat setelah melaut kepada para pihak, sangat bervariasi tergantung faktor kebiasaan masyarakat setempat dan bergantung pula pada kesepakatan para pihak. Kesepakatan tersebut menimbulkan hubungan hukum antara pemilik kapal dengan anak buah kapal dan dalam hubungan tersebut, setiap pihak membunyai hak dan kewajiban secara timbal balik.Judul penelitian ini adalah Pelaksanaan Perjanjian Bagi Hasil Tangkapan Laut Antara Pemilik Kapal Nelayan Dan Nelayan Penggarap Di Kecamatan Kepulauan Karimata Kabupaten Kayong Utara. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apa Yang Menjadi Penyebab Tidak Terlaksananya Perjanjian Bagi Hasil Tangkap Laut Antara Pemilik Kapal Nelayan Dan Nelayan Penggarap?” Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk memperoleh data dan informasi mengenai pelaksanaan perjanjian bagi hasil tangkapan laut antara pemilik kapal nelayan dan nelayan penggarap di Kecamatan Kepulauan Karimata Kabupaten Kayong Utara, untuk mengungkapkan faktor penyebab tidak terlaksananya perjanjian bagi hasil tangkap laut antara pemilik kapal nelayan dan nelayan penggarap di Kecamatan Kepulauan Karimata Kabupaten Kayong Utara, untuk mengungkapkan akibat hukum bagi pemilik kapal nelayan yang melakukan wanprestasi terhadap nelayan penggarap dalam perjanjian bagi hasil dan untuk mengungkapkan upaya yang dapat dilakukan oleh nelayan penggarap terhadap pemilik kapal nelayan yang melakukan wanprestasi dalam perjanjian bagi hasil di Kecamatan Kepulauan Karimata Kabupaten Kayong Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode empiris dengan mengumpulkan data-data primer berupa wawancara dan kuisioner dan data sekunder dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Empiris dengan pendekatan Deskriptif, yaitu dengan menggambarkan dan menganalisa berdasarkan fakta atau data yang ada yang terkumpul sebagaimana adanya pada saat penelitian ini dilakukan.Hasil penelitian tersebut adalah pelaksanaan perjanjian bagi hasil tangkapan laut antara pemilik kapal dengan nelayan penggarap di Kecamatan Kepulauan Karimata Kabupaten Kayong Utara hanya secara lisan saja. Walaupun hanya secara lisan, namun tetap memiliki kekuatan hukum yang sah dan sama dengan perjanjian yang dibuat secara tertulis. Faktor penyebab tidak terlaksananya perjanjian bagi hasil tangkap laut antara pemilik kapal nelayan dan nelayan penggarap di Kecamatan Kepulauan Karimata Kabupaten Kayong Utara dikarenakan tidak adanya transparansi dalam pembagian hasil tangkapan. Kata Kunci : Perjanjian Bagi Hasil, Tangkapan Laut, Wanprestasi
Copyrights © 2023