Balale' : Jurnal Antropologi
Vol 1, No 1 (2020): Mei 2020

Makna Pantun Buah Janji dalam Tradisi Pernikahan Orang Jawant

Yustina Falentina (Universitas Tanjungpura)



Article Info

Publish Date
28 May 2020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan makna Patun Buah Janji. Penelitian ini menggunakan teori Interpretasi makna yang di kaji menggunakan makna leksikal yang terbagi menjadi 2 jenis yaitu: makna konseptual (langsung), dan makna asosiatif (kiasan) dan di analisis menggunakan teori interpretasi Paul Ricoeur yaitu hermeneutika, yang terbagi menjadi 3 tingkatan atau level yaitu: (1) level semantik, (2) level refleksi, (3) level eksistensial. Teknik pengumpulan data ini dengan cara observasi, dan wawancara.  Data diperoleh dari informan serta arsip atau dokumen. Hasil dari penelitian ini pantun tersebut bermaknakan menghubungkan antara manusia dan alam, dan manusia dan tradisinya, secara teoritis Pantun Buah Janji memiliki 2 pengertian yaitu langsung dan kiasan, level semantik mengkaitkan hubungan antara manusia dan alam, level refleksi menggambarkan antara manusia dan tuhan-nya, dan level eksistensial menghubungkan antara manusia dan hasratnya. Makna dari Pantun Buah Janji adalah sebagai bentuk pembelajaran yang dilakukan oleh guru kepada muridnya. Pantun ini juga merupakan pesan kepada para pengantin yang akan menempuh hidup baru setelah pernikahan adat tersebut selesai, pantun ini bertujuan memberikan kebutuhan secara rohani yang mempengaruhi pola hidup berumah tangga Orang Jawant dalam kehidupan sehari-harinya.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

BALELE

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Balale merupakan istilah dari bahasa Dayak Kanayatn dan Melayu Sambas serta Melayu Mempawah, yang memiliki arti kegiatan gotong royong dalam suatu pekerjaan secara bergilir, khususnya pada aktifitas perladangan sejak menentukan lokasi berladang hingga panen. Balale adalah tata nilai kehidupan sosial ...