The use of inputs in aquaculture activities must be allocated efficiently to achieve maximum profit in business. This study aimed to analyze the efficiency of production factors in the aquaculture business in Ambon Bay waters. The research was conducted from October to December 2021. Questionnaires were used to collect the primary data from key informants (business owners and workers). The data were analyzed using a quantitative descriptive approach, including technical efficiency by applying the Cobb-Douglas production function method and price efficiency by calculating the ratio between the Marginal Product Value (NPMxi) and the factor of production price (Pxi). The results show that technically efficient production factors are feed and cage size, while regarding price efficiency, both seeds and fuel are not optimal due to excessive utilization. Therefore, it is essential to be considered for business continuity in the future. ABSTRAK Penggunaan input dalam aktivitas budidaya ikan perlu dialokasi secara efisien jika usaha ingin mencapai keuntungan maksimum. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efisiensi penggunaan faktor produksi budidaya pada perairan Teluk Ambon. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2021. Data primer dikumpulkan dari informan kunci (pemilik usaha dan tenaga kerja), menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, meliputi analisis efisiensi teknis dengan metode fungsi produksi Cobb-Douglas dan efisiensi harga melalui perhitungan rasio antara Nilai Produk Marginal (NPMxi) dengan harga faktor produksi (Pxi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi yang efisien secara teknis adalah pakan dan ukuran keramba, sedangkan dari sisi efisiensi harga, faktor produksi benih dan BBM penggunaannya tidak optimal atau sudah berlebihan sehingga ke depan perlu dipertimbangkan lagi bagi keberlanjutan usaha. Kata Kunci: Efisiensi teknis, efisiensi harga, budidaya, ikan, Teluk Ambon
Copyrights © 2023