Tantangan dan hambatan pendidikan Islam semakin komplek seiring perkembangan zaman. Pendidikan Islam tidak bisa lagi mempertahankan cara dan metode lama dalam sosialisasi, promosi, dan sistem belajar mengajar. Salah satu upaya transformasi pendidikan Islam adalah keterbukaan menerima hasil penelitian melalui pendekatan sosial, seperti pembidik lembaga pendidikan Islam melalui teori-teori sosial. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian pustaka. Analisis menggunakan metode deskriptif, sedangkan proses pengambilan data berfokus pada kajian pustaka. Hasil kajian artikel ini adalah urgensi transformasi pendidikan Islam secara formal dan substansi, dlohir dan batin. Dalam teori interaksionisme simbolik memandang penting mempercantik tampilan luar dan dalam. Tampilan luar pendidikan Islam berupa terpunuhinya berbagai fasilitas, sarana dan prasarana. Tampilan indah bangunan dan gedung-gedung bercakar langit berimplikasi terhadap pandangan masyarakat untuk memberi penilaian positif. Apabila tampilan formal tersebut telah mampu menghipnotis masyarakat muslim maka respon mereka berupa kepercayaan kepada lembaga pendidikan Islam semakin kuat. Selain tampilan formal atau tampilan luar, memperkuat tampilan dalam tidak kalah penting. Lembaga pendidikan Islam wajib meningkatkan prestasi disegala bidang, utamanya prestasi bidang keagamaan, sains dan ilmu umum lainnya. Dengan berbagai prestasi tersebut, masyarakat pasti milai bahwa lembaga pendidikan Islam telah mampu merespon perkembangan zaman dengan ciri khas adalah integrasi keilmuan santri meliputi kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Copyrights © 2022