Rasio gas rumah tangga merupakan rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu dan juga memberikan gambaran tentang tingkat efektifitas manajemen perusahaan dalam melaksanakan kegiatan operasinya. Dengan pertimbangan pentingnya gas tersebut, pemerintah selalu berupaya untuk meningkatkan kebutuhan industri, pertimbangan tersebut menjadi semakin penting bagi Indonesia karena jumlah penduduknya semakin besar. Oleh karena itu perlu dilakukannya prediksi terhadap tingkat penggunaan gas rumah tangga, agar pemerintah ataupun pihak lainnya dapat menjadikan ini menjadi acuan dan referensi dalam mengatasi masalah. Metode prediksi yang pemakalah ganakan yaitu Resilient Backpropagation yang mana metode ini merupakan salah satu metode jaringan saraf tiruan yang kerap digunakan untuk melakukan prediksi data. Data yang digunakan yaitu data rasio penggunaan gas rumah tangga mulai dari tahun 2016-2020 diperoleh dari website Badan Pusat Statistik Indonesia. Berdasarkan data ini dibentuk dan ditentukan model arsitektur jaringan, yaitu 3-5-1, 3-7-1 dan 3-9-1. Dari model tersebut digunakanlah 2 metode yaitu Polak-Ribere dan Powel-Beale. Dari 3 model setelah dilakukan pelatihan dan pengujian, maka diperolehlah bahwa model 3-7-1 menjadi model arsitektur terbaik dari masing-masing metode. Tingkat akurasi dari metode Polak-Ribiere dengan model 3-7-1 memiliki nilai MSE sebesar 0,0000709089 dan metode Powel-Beale dengan model 3-7-1 memiliki nilai MSE sebesar 0,0000635850.
Copyrights © 2022