Literasi komunikasi merupakan salah satu faktor utama dalam melakukan aktivitas komunikasi, salah satunya yaitu komunikasi yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan budaya tudang sipulung di Desa Patondonsalu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan perpustakaan desa guna meningkatkan literasi komunikasi yang diterapkan dalam budaya tudang sipulung di Desa Patondonsalu Kabupaten Enrekang. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif serta menggunakan pendekatan dakwah dan komunikasi. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan 4 tahapan, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan desa belum mengambil peranan dalam kegiatan tudang sipulung di Desa Patondonsalu khususnya untuk peningkatan literasi komunikasi para pelaku budaya tudang sipulung. Yang mana ditemukan bahwa literasi komunikasi yang diterapkan selama ini dalam kegiatan tudang sipulung masih kontemporer, yaitu belum memanfaatkan penggunaan teknologi informasi serta belum menghasilkan literatur/sumber referensi yang membahas budaya tudang sipulung di Desa Patondonsalu, baik itu literatur tercetak maupun non-cetak. Perpustakaan belum berperan serta untuk meningkatkan literasi komunikasi masyarakat. Sebagai implikasi dari penelitian ini adalah guna memaksimalkan pemanfaatan perpustakaan desa sebagai perpustakaan yang berbasis inklusi sosial untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat.
Copyrights © 2023