Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan simbol dan warna lokal yang merepresentasikan realitas sosial dalam antologi puisi tegalan Ruwat Desa. Puisi dikaji dengan semiotika Roland Barthes dengan melihat teks puisi sebagai tanda. Simbol dan warna lokal yang dihadirkan dalam puisi merepresentasikan realitas masyarakat kelas bawah. Simbol yang dihadirkan dalam puisi meliputi unsur alam, tubuh, benda, tokoh, perilaku, dan hewan. Warna lokal ditunjukkan melalui penggunaan ungkapan khas Tegal, aspek bunyi yang dihasilkan oleh persajakan, dan kepercayaan terhadap ramalan. Simbol dan warna lokal dalam antologi ini merepresentasikan realitas sosial orang Tegal sebagai kaum yang terpinggirkan dan tergerus oleh arus modernitas.
Copyrights © 2022