Pembelajaran antara pendidik dan peserta didik harus dilakukan di lingkungan sekolah karena merupakan tempat pertemuan yang ideal antara pendidik dan peserta didik untuk mencapai pendidikan yang berkualitas. Pendidikan mengandung nilai-nilai etika, moral, estetika, dan sosial untuk mencapai keberhasilan pendidikan. Namun, hal itu berubah ketika aktivitas belajar mulai terjadi secara online di rumah. Semua pihak mulai menyesuaikan diri yang berbeda menjadi sangat sulit. Sekolah dan pendidik harus bekerja keras untuk menemukan internet yang sesuai sebagai media pembelajaran. Siswa dan orang tua di rumah berjuang untuk mengikuti pembelajaran online. Setelah pelaksanaannya, ternyata banyak kendala yang dihadapi oleh para pihak. Kasus yang menjadi perhatian besar adalah menurunnya minat belajar anak. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif untuk menggambarkan permasalahan yang muncul. Hasil pendataan yang dilakukan, diketahui bahwa menurunnya minat belajar anak dan kurangnya belajar, yang memotivasi anak untuk semangat dalam belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan nilai-nilai etika, dukungan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Disimpulkan bahwa penurunan minat belajar anak (malas) dari kajian aksiologi nilai dan perilaku buruk tidak boleh diterima dengan alasan apapun.
Copyrights © 2023