Fokus studi ini ialah relasi umat beragama. Studi ini menaruh perhatian pada kehidupan umat beragama. Hidup beragama di masa ini amat kontekstual untuk ditinjau. Hal ini seringkali menimbulkan berbagai kesalapahaman, terlebih dalam relasi dengan liyan. Hidup keagaaman yang ramah terhadap liyan menjadi dasar untuk keberlangsungan hidup bersama di tengah-tengah masyarakat multikultural. Pada kesempatan ini penulis ingin meninjau relasi seperti apa yang sudah terjadi selama ini. Studi ini melihat sejauh mana dialog interreligius dapat mencegah konflik keagamaan yang seringkali terjadi. Metode yang digunakan dalam studi ini ialah depth interview dalam menganalisis data-data, serta secara filosofis merumuskannya dalam pemikiran Martin Buber. Temuan dari studi ini ialah hidup beragama yang ramah dalam hidup bersama dengan liyan. Penulis meninjau sikap-sikap yang saat ini dibangun untuk hidup beragama dalam situasi multikultural. Pengaruh-pengaruh dialog interreligius dalam relasi umat beragama. Model hidup beragama seperti apa yang cocok digunakan untuk jaman sekarang dalam berelasi dengan liyan.
Copyrights © 2023