Stunting (tinggi/panjang berdasarkan usia dengan z-score kurang dari -2 SD) dan defisiensi mikronutrien adalah dua contoh dari masalah gizi. Hal ini menjadikan status gizi balita sebagai indikator kesehatan yang penting karena balita merupakan kelompok rentan terhadap masalah gizi. Daun kelor mengandung arginin dan histidin, yang sangat penting bagi anak yang tidak mampu memproduksi protein yang cukup untuk pertumbuhannya. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh pemberian Ekstrak daun kelor terhadap peningkatan status gizi balita. Jenis desain penelitian ini menggunakan motode penelitian eksperiment, bersifat analitik dengan rancangan quasi eksperimen. Rancangan yang digunakan adalah the one group pre test and post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak usia 1 sampai dengan 5 tahun yang mengalami gizi kurang berjumlah 10 anak dengan pengambilan sampel adalah total sampling. Hasil penelitian menunjukan semua balita mengalami kenaikan berat badan dan tinggi badan setelah diberikan ekstrak daun kelor 10 gr selama 14 hari. Hasil uji statistik wilcoson Signed Ranks Test, diperoleh nilai sig. = 0,002 yang berarti lebih kecil dari ? 0,005 yang artinya bahwa Pemberian ekstrak daun kelor berpengaruh secara signifikan terhadap status gizi balita.
Copyrights © 2023