Kontrasepsi merupakan suatu usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan, usaha-usaha itu dapat bersifat sementara dapat juga bersifat permanen. Berbagai macam metode kontrasepsi ditawarkan mulai dari metode sederhana seperti metode kalender, kondom, dan metode moderen seperti pil,suntik, implant, Intra Uterine Device (IUD)/Alat Kontrasepsi Dalam Rahim, hingga kontrasepsi mantap yaitu Medis Operatif Wanita (MOW) dan Medis Operatif Pria (MOP). Peneliti menggunakan metode pendekatan Cross Sectional dimana peneliti melakukannya dalam waktu yang bersamaan dan hanya satu kali saja pada satu saat untuk menilai dan mengukur variabel secara simultan Populasi dalam penelitian ini adalah populasi terjangkau yakni seluruh Akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Kawatuna Kota Palu. peneliti menentukan sampel sesuai kriteria Inklusi dimana sampel memenuhi karakteristik umum subjek penelitian dari populasi target yang terjangkau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 (41,7%) responden dengan informasi kurang baik, terdapat 27 (35,1%) yang penggunaan AKDR rendah dan 13 (68,4%) yang penggunaan AKDR tinggi. Sedangkan dari 56 (58,3%) responden yang memiliki informasi baik, terdapat 50 (64,9%) yang penggunaan AKDR rendah dan 6 (31,6%) yang penggunaan AKDR tinggi. tujuan dari penelitian adalah mendapatkan data yang akurat. Data dalam penelitian ini bersumber dari dua jenis data yakni data primer dan data sekunder. Data primer ini, peneliti dapatkan dari pengisian kuisioner oleh responden, sedangkan data sekunder sebagai data tambahan, pelengkap untuk di proses lebih lanjut peneliti dapatkan dari pihak lain yakni dari Puskesmas Kawatuna yang berwujud data dokumen.
Copyrights © 2021