Media informasi dan tanda komunikasi menjadi kebutuhan penting bagi penyandang disabilitas dalam mengakses fasilitas olahraga karena tanpa adanya hal tersebut akan berdampak pada aktivitas sehari-hari penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman dan hambatan atlet dalam mengkases media informasi dan tanda komunikasi pada fasilitas olahraga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan Focus Group Discussion (FGD) dalam teknik pengambilan data. Sampel dalam penelitian ini yaitu 35 orang atlet difabel dan 7 pelatih, yang dikelompokkan sesuai cabang olahragaa diantaranya; goalboal, tenis meja, angkat besi, basket, bochia, bulutangkis, berenang. Hasil dari penelitian ini adalah menurut atlet penyandang disabilitas kebanyakan dari media informasi dan tanda komunikasi sudah ada tetapi dalam keadaan rusak atau penempatan yang tidak sesuai seperti guiding block dan juga tanda khusus penyandang disabilitas dan juga masih banyak masyarakat yang menggunakan fasilitas untuk penyandang disabilitas untuk kegiatan berdagang atau parkir salah satunya pada trotoar sehingga mengganggu dan menghambat para penyandang disabilitas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penyandang disabilitas menilai pemerintah dan pengelola fasilitas masih kurang memperhatikan dan menjaga aksesibilitas media informasi dan rambu komunikasi bagi penyandang disabilitas di fasilitas olahraga, khususnya rambu petunjuk dan rambu khusus untuk penyandang disabilitas.
Copyrights © 2022