Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan manusia lainnya, semua kebutuhan mereka harus terpenuhi yang salah satunya dalam aksesibilitas toilet untuk penyandang disabilitas. Tujuan dari penelitian untuk melihat pengalaman, hambatan atlet disabilitas serta kondisi fasilitas toilet untuk penyandang disabilitas. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Sampel penelitian ini sebanyak 35 atlet disabilitas dan 7 orang pelatih dari cabang olahraga yang berbeda-beda. Evaluasi fasilitas menggunakan 4 fasilitas olahraga di Kota Bandung, diantaranya Stadion Pajajaran, GOR Pajajaran, SOR Saparua dan Lapangan Gasibu. Hasil wawancara menunjukkan bahwa atlet yang mengalami hambatan pada toilet adalah atlet penyandang tunanetra dan tunadaksa yang menggunakan kursi roda dan alat bantu lainnya, hasil evaluasi toilet pada fasilitas olahraga hanya Lapangan Gasibu yang sudah ramah untuk penyandang disabilitas dengan jumlah keterpakaian 73%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah atlet yang paling mengalami kesulitan dalam penggunaan sarana sanitasi adalah atlet yang menggunakan kursi roda. Berdasarkan temuan evaluasi sarana sanitasi pada fasilitas olahraga di Kota Bandung yang sudah ramah bagi penyandang disabilitas, hanya Lapangan Gasibu dan sarana olahraga lainnya seperti Stadion Pajajaran, GOR Pajajaran, dan SOR Saparua yang masih belum ramah bagi disabilitas
Copyrights © 2022