Pengguna transportasi umum di Jakarta mayoritas muncul dari kalangan pekerja kantoran, mahasiswa, dan pelajar yang membutuhkan akses dan mobilitas yang cepat untuk berpindah lokasi. Seringkali dalam menjalankan rutinitas sehari-hari, para pengguna ini merasakan dampak psikologis berupa kejenuhan. Hal ini tentunya menjadi concern untuk menghadirkan rancangan fasilitas transit yang tidak generik terutama pada penyediaan aspek spasial dalam rancangan yang perlu untuk menjadi fokus dalam mengatasi kejenuhan melalui penanaman pengalaman ruang sebagai media untuk me-refresh atau me-recharge penggunafasilitas transit. Dengan memanfaatkan beberapa hal yang menjadi aspek untuk diselesaikan dalam rancangan, maka kemudian aspek-aspek ini ditranslasikan menjadi force dengan menggunakan tahapan desain force-based framework, baik aspek yang berkaitan dengan ranah arsitektural maupun non arsitektural, serta menentukan pendekatan desain dan teori pendukung yang sesuai untuk mewujudkan media pengalaman spasial terhadap pengguna yang diinginkan. Kemudian dari tahapan desain, pendekatan, dan teori akan menghasilkan prinsip desain yang kuat dan diperjelas melalui program aktivitas dan ruang, serta kriteria dan konsep desain sebagai sarana untuk memvisualisasi intensi dalam rancangan arsitektural.
Copyrights © 2022