Pendahuluan: anemia merupakan suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Kejadian anemia dalam kehamilan di Indonesia menunjukan adanya peningkatan dari 37,1% (2013) menjadi 48,9% (2018). Anemia dalam kehamilan lebih besar terjadi pada trimester III akibat dari peristiwa hemodilusi. Anemia dalam kehamilan trimester III dinyatakan apabila jumlah hemoglobin <11g/dL. Metode: penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Responden dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang mengalami anemia di Puskesmas I Denpasar Utara yang diambil menggunakan teknik total sampling. Kepatuhan responden diukur menggunakan metode pill count dan jumlah hemoglobin diukur dengan alat ukur hemoglobin. Analisa data diuji menggunakan chi-square dan kekuatan korelasi di uji dengan contingency coefficient. Hasil: hasil yang didapatkan dari total 30 responden yaitu, 26 responden (86,7%) patuh dan tidak mengalami anemia sedangkan 4 responden (13,3%) tidak patuh dan mengalami anemia. Hasil uji chi-square menunjukan p = 0,000 dan hasil uji contingency coefficient menunjukan nilai korelasi sebesar 0,707. Simpulan: terdapat hubungan yang kuat antara kepatuhan konsumsi tablet tambah darah terhadap kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas I Denpasar Utara tahun 2020.
Copyrights © 2023