Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

EFEK ANALGESIK KOMBINASI EKSTRAK HERBA TAPAK LIMAN (Elephantopus scaber L) DAN RUMPUT MUTIARA (Hedyotis corymbosa L) PADA MENCIT JANTAN DENGAN METODE PODODOLORIMETRI Sutema, Ida Ayu Manik Partha
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v3i2.1036

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan uji efek analgesik dari bahan alam kombinasi Ekstrak Tapak Liman (Elephantopus scaber L) dan Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa L) dimana sebagai hewan coba digunakan mencit putih jantan (Mus Muscullus) yang diinduksi dengan pemberian stimulus elektrik pada bagian telapak kaki mencit. Mencit putih jantan sebagai hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok : kelompok uji I diberi larutan kombinasi tapak liman dan rumput mutiara konsentrasi 0,13% b/v dengan dosis 52 mg/kg BB, kelompok uji II konsentrasi 0,39% b/v dengan dosis 156 mg/kg BB, kelompok pembanding diberi larutan asetosal dengan dosis 80mg/kg BB, dan kelompok kontrol diberi aquadem dengan volume pemberian 20 ml/kg BB per oral. Parameter yang diamati berupa lamanya waktu (detik) respon tangisan atau jeritan dari mencit putih jantan selama dialiri arus 15 volt setiap 10 menit sebagai respon nyeri akibat stimulus nyeri yang diberikan oleh alat Pododolorimetri. Berdasarkan analisis data secara statistik disimpulkan larutan ekstrak kombinasi Tapak Liman dan Rumput Mutiara yang diberikan pada mencit (Mus Muscullus) dengan dosis 52 mg/kg BB dan 156 mg/kg BB memiliki efek analgesik. Pada larutan kombinasi Ekstrak Herba Tapak Liman dan Rumput Mutiara yang diberikan dengan dosis 156 mg/kg BB memiliki aktivitas yang sebanding dengan Asetosal yang diberikan dengan dosis 80 mg/kg BB.
PENGARUH VARIASI CARBOMER DAN GLISERIN TERHADAP KUALITAS HAND SANITIZER EKSTRAK ALOE VERA: THE EFFECT OF VARIATIONS OF CARBOMER AND GLISERIN ON THE QUALITY OF HAND SANITIZER ALOE VERA EXTRACT I Gusti Ngurah Agung Windra Wartana Putra; I Putu Gede Adi Purwa Hita; I Gusti Ayu Agung Septiari; Ida Ayu Manik Partha Sutema
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.66 KB) | DOI: 10.37874/ms.v6i2.310

Abstract

Kondisi pandemi COVID-19 membuat penggunaan hand sanitizer dimasyarakat menjadi meningkat. Kepraktisan merupakan salah satu alasan masyarakat lebih mengunakan sediaan antiseptik hand sanitizer dibanding membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir. Tingginya penggunaan hand sanitizer membuat perlu adanya inovasi produk sehingga dapat memberikan kepuasan masyarakat yang lebih maksimal. Inovasi yang sering dilakukan oleh formulator adalah inovasi formula yang terkait pembaharuan bahan bahan dalam sediaan untuk meningkatkan kualitas dari suatu produk. Dalam melakukan inovasi, perlu melewati berbagai  tahapan tahapan pengujian untuk mengetahui sifat fisika dan kimia dari sediaan sehingga didapatkan sediaan  hand sanitizer yang berkualitas. Penelitian ini merupakan tahapan pendahuluan dalam inovasi yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang dominan dari formula gelling agent carbomer dan humektan gliserin terhadap sifat fisika dan kimia dari hand sanitizer gel ekstrak lidah buaya. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dimana dibuat 8 formula dengan variasi gelling agent carbomer dan humektan gliserin. Kemudian dilakukan pengukuran sifat fisika dan kimia seperti viskositas, daya sebar dan pH.  Data dari hasil sifat viskositas sediaan gel menghasilkan persamaan polinomial Y = 85148.37(A) + 109.16 (B) – 32936.27 (A)(B).  Dari sifat daya sebar sediaan gel menghasilkan persamaan polinomial Y = -17.63 (A) + 6.69 (B) + 4.60 (A)(B). Dari hasil uji pH ke 8 formula, rata rata nilai pH yang didapat yaitu 6.8. Dari hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan yaitu komponen carbomer memberikan pengaruh yang dominan dibanding komponen gliserin terhadap kenaikan viskositas gel dengan nilai koefisien pengaruh sebesar 85.148.37 dan memberikan pengaruh negatif terhadap nilai daya sebar gel dengan nilai koefisien pengaruh sebesar -17.63.
Socialization of Osteoporosis Prevention Exercise and Covid-19 Vaccination Education I Gusti Ayu Rai Widowati; Ida Ayu Ratih Wulansari Manuaba; Ida Ayu Manik Partha Sutema
Journal of Health Community Service Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Health Community Service: 2022 March
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhcs.v2i1.2760

Abstract

Gymnastics prevention for osteoporosis is a combination of several exercises with various benefits. Exercises such as low-impact aerobics, which helps improve heart and lung fitness, weight-bearing exercise to increase bone density, resistance to increase muscle strength and bone density, as well as coordination and balance which are beneficial to reduce the risk of falls and fractures. Community Service by the Association of Indonesian Healthy Bone Citizens (PERWATUSI) of Bali Province collaborates with the Clinical Pharmacy and Physiotherapy Study Program at the University of Bali International to educate the general public. The education regarding knowledge, beliefs, and appropriate exercise practices to prevent the early occurrence of osteoporosis and efforts to improve the immunity system for the Covid 19 vaccination preference. The service method is carried out by socializing and practicing gymnastics in the field, followed by discussions and questions and answers with a resource person. During this study, approximately 50 public communities were enrolled. The activity went smoothly and was supported by outstanding attention from the participants. The implementation of community service with various parts needs to be intensified to provide benefits to improve the health status of the community.
EFEK ANALGESIK KOMBINASI EKSTRAK HERBA TAPAK LIMAN (Elephantopus scaber L) DAN RUMPUT MUTIARA (Hedyotis corymbosa L) PADA MENCIT JANTAN DENGAN METODE PODODOLORIMETRI Ida Ayu Manik Partha Sutema
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v3i2.1036

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan uji efek analgesik dari bahan alam kombinasi Ekstrak Tapak Liman (Elephantopus scaber L) dan Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa L) dimana sebagai hewan coba digunakan mencit putih jantan (Mus Muscullus) yang diinduksi dengan pemberian stimulus elektrik pada bagian telapak kaki mencit. Mencit putih jantan sebagai hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok : kelompok uji I diberi larutan kombinasi tapak liman dan rumput mutiara konsentrasi 0,13% b/v dengan dosis 52 mg/kg BB, kelompok uji II konsentrasi 0,39% b/v dengan dosis 156 mg/kg BB, kelompok pembanding diberi larutan asetosal dengan dosis 80mg/kg BB, dan kelompok kontrol diberi aquadem dengan volume pemberian 20 ml/kg BB per oral. Parameter yang diamati berupa lamanya waktu (detik) respon tangisan atau jeritan dari mencit putih jantan selama dialiri arus 15 volt setiap 10 menit sebagai respon nyeri akibat stimulus nyeri yang diberikan oleh alat Pododolorimetri. Berdasarkan analisis data secara statistik disimpulkan larutan ekstrak kombinasi Tapak Liman dan Rumput Mutiara yang diberikan pada mencit (Mus Muscullus) dengan dosis 52 mg/kg BB dan 156 mg/kg BB memiliki efek analgesik. Pada larutan kombinasi Ekstrak Herba Tapak Liman dan Rumput Mutiara yang diberikan dengan dosis 156 mg/kg BB memiliki aktivitas yang sebanding dengan Asetosal yang diberikan dengan dosis 80 mg/kg BB.
Analysis of Factors Affecting Healing of Acute Pharyngitis Viral Patients in Puskesmas I, Klungkung-Bali Ida Ayu Manik Partha Sutema; Made Sudiari; I Gede Palguna Reganata
WMJ (Warmadewa Medical Journal) Vol 7 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmj.7.2.4753.60-69

Abstract

Abstract Antibiotic resistance is closely related to the inappropriate use of antibiotics, namely the indication, dose, frequency, and duration of use. Permenkes No. 5 of 2014 states that acute pharyngitis is given antibiotic therapy if it meets the diagnostic criteria using the center criteria, but this criterion is difficult to apply because doctors take longer to diagnose. Previous research at the Klungkung I Primary Health Center used diagnosis utilizing a swab test. It was found that 100% of bacterial pharyngitis patients were negative. The strategy of delaying antibiotics for 3 days can prevent antibiotic resistance, but in therapy, without antibiotics, it is important to increase the effectiveness of therapy, it is deemed necessary by the researchers to conduct a study to analyze the factors that affect the recovery of patients with acute pharyngitis, which are mainly caused by viruses. Analyzing the factors that affect the recovery of viral pharyngitis patients. The design of the cross-sectional study was through observation of the medical record data of patients who came to the Klungkung Primary Health Center I for 3 months and got diagnostic facilities using the swab test. Patients who got a negative swab test were analyzed for the factors that influenced their recovery. Anti-inflammatory variables, rest, and paracetamol significantly affected the recovery of acute pharyngitis patients (p <0.05), and the importance index in CART analysis found that paracetamol was the most influential, followed by rest, administration of vitamins, and anti-inflammatory. Antibiotics, anti-allergies, and cough medicines do not affect the recovery of patients with acute pharyngitis viral. Paracetamol has the most effect on patient recovery, followed by rest and administration of vitamins, anti-inflammatory has very little effect on the recovery in patients of acute pharyngitis viral. Keywords: acute pharyngitis, cure, CART.
THE KEPATUHAN KONSUMSI TTD TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS I DENPASAR UTARA: HUBUNGAN KEPATUHAN KONSUMSI TTD TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS I DENPASAR UTARA Intan Prima Asri Ni Komang; Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri; Ida Ayu Manik Parthasutema
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 8 No. 1 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i1.281

Abstract

Pendahuluan: anemia merupakan suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Kejadian anemia dalam kehamilan di Indonesia menunjukan adanya peningkatan dari 37,1% (2013) menjadi 48,9% (2018). Anemia dalam kehamilan lebih besar terjadi pada trimester III akibat dari peristiwa hemodilusi. Anemia dalam kehamilan trimester III dinyatakan apabila jumlah hemoglobin <11g/dL. Metode: penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Responden dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang mengalami anemia di Puskesmas I Denpasar Utara yang diambil menggunakan teknik total sampling. Kepatuhan responden diukur menggunakan metode pill count dan jumlah hemoglobin diukur dengan alat ukur hemoglobin. Analisa data diuji menggunakan chi-square dan kekuatan korelasi di uji dengan contingency coefficient. Hasil: hasil yang didapatkan dari total 30 responden yaitu, 26 responden (86,7%) patuh dan tidak mengalami anemia sedangkan 4 responden (13,3%) tidak patuh dan mengalami anemia. Hasil uji chi-square menunjukan p = 0,000 dan hasil uji contingency coefficient menunjukan nilai korelasi sebesar 0,707. Simpulan: terdapat hubungan yang kuat antara kepatuhan konsumsi tablet tambah darah terhadap kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas I Denpasar Utara tahun 2020.
Penyuluhan Penggunaan Antibiotik yang Bijak di Rumah Tangga Desa Bengkel, Tabanan I Gusti Ayu Rai Widowati; Ida Ayu Manik Partha Sutema; Ni Made Maharianingsih; Ni Putu Aryati Suryaningsih; I Gusti Ngurah Agung Windra Wartana Putra; Ketut Agus Adrianta; Ni Komang Semara Yanti; Ni Nyoman Sri Budayanti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 5 No. 1 (2023): Juni: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/wuj.v5i1.310

Abstract

Background: Using antibiotics for self-medication increases the risk of developing resistance, which raises morbidity and mortality. Communities are crucial in stopping and limiting the spread of antibiotic resistance (AMR). 80% of the residents in Bengkel Village work as farmers. The agrarian community in Bengkel Village has highly magnificent natural potential as well as agricultural and cultural activities that are still well maintained. It also has the largest “subak” land in Kediri Regency. Purpose: This community service is to educate the general population about the importance of limiting the use of antibiotic self-medication, which is essential for combating AMR. Methods: The Clinical Pharmacy Study Program, the Indonesian Pharmacists Association Bali Province, and the One Health Collaborating Center collaborated on this community service. On July 17, 2022, in Bengkel Village-Tabanan, a health counseling intervention was done with housewives who are participants in the Family Welfare Empowerment. Results: Over 50 people from the Chairman, Management, and Family Welfare Empowerment cadres in Bengkel Village made up the community component of this health counseling. The participants' enthusiasm for watching the event and engaging with the resource people is proof that the activity went off without a hitch. By providing more counseling, activities are intended to be sustained (stage 2). Conclusion: Community service in Bengkel Village-Tabanan is expected to provide knowledge about health and the importance of AMR awareness. For the continuation of this activity, it is recommended to conduct outreach to other community groups such as farmers, breeders, and young age groups.
Sosialisasi Apoteker Remaja (Apore) Siswa SMAN 7 Denpasar Mengenal Dagusibu Dan Toga Dewa Ayu Putu Satrya Dewi; I Gusti Ayu Rai Widowati; Ni Putu Aryati Suryaningsih; IGA Ari Septiari; Ida Ayu Manik Partha Sutema
DEDIKASI PKM Vol. 4 No. 3 (2023): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dedikasipkm.v4i3.33282

Abstract

Apoteker adalah profesi kesehatan yang kompeten terkait pengelolaan obat-obatan. Apoteker telah melakukan perubahan pelayanan dengan filosofi Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) yang berorientasi kepada pasien, agar peranan apoteker lebih dirasakan kehadirannya. Siswa SMA merupakan kelompok remaja yang dapat menjadi agent of change untuk menjadi Apoteker Remaja (APORE). Pada pengabdian kali ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian siswa SMAN 7 Denpasar tentang penggunaan obat yang tepat dan pemanfaatan TOGA. Sehingga siswa-siswi SMAN 7 Denpasar  dapat menjaga kesehatan mereka secara mandiri maupun membantu orang lain. Metode pengabdian APORE kali ini menggunakan Cara Belajar Insan Aktif (CBIA) dengan tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan APORE diikuti oleh Siswa Siswi SMAN 7 Denpasar yang berjumlah 59 orang. Rata-rata nilai pretest adalah 58%, sedangkan rata-rata nilai posttest meningkat 2 kali lipatnya yaitu menjadi 91%. Hal ini menunjukkan peningkatan yang bermakna setelah peserta mendapatkan materi tentang obat dan TOGA. Namun Indikator TOGA menjadi topik yang mempunyai hasil pretest yang paling rendah yaitu 30%. Hasil ini sesuai dengan informasi yang diperoleh saat wawancara dengan Guru BK, yakni siswa-siswi SMAN 7 Denpasar tidak pernah memanfaatkan TOGA untuk pengobatan. Hal ini yang menjadi konsentrasi dari Program Studi Farmasi Klinis UNBI untuk bisa berbagi lebih banyak informasi terkait TOGA dan obat tradisional kepada remaja.
PENGARUH VARIASI CARBOMER DAN GLISERIN TERHADAP KUALITAS HAND SANITIZER EKSTRAK ALOE VERA: THE EFFECT OF VARIATIONS OF CARBOMER AND GLISERIN ON THE QUALITY OF HAND SANITIZER ALOE VERA EXTRACT I Gusti Ngurah Agung Windra Wartana Putra; I Putu Gede Adi Purwa Hita; I Gusti Ayu Agung Septiari; Ida Ayu Manik Partha Sutema
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v6i2.310

Abstract

Kondisi pandemi COVID-19 membuat penggunaan hand sanitizer dimasyarakat menjadi meningkat. Kepraktisan merupakan salah satu alasan masyarakat lebih mengunakan sediaan antiseptik hand sanitizer dibanding membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir. Tingginya penggunaan hand sanitizer membuat perlu adanya inovasi produk sehingga dapat memberikan kepuasan masyarakat yang lebih maksimal. Inovasi yang sering dilakukan oleh formulator adalah inovasi formula yang terkait pembaharuan bahan bahan dalam sediaan untuk meningkatkan kualitas dari suatu produk. Dalam melakukan inovasi, perlu melewati berbagai  tahapan tahapan pengujian untuk mengetahui sifat fisika dan kimia dari sediaan sehingga didapatkan sediaan  hand sanitizer yang berkualitas. Penelitian ini merupakan tahapan pendahuluan dalam inovasi yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang dominan dari formula gelling agent carbomer dan humektan gliserin terhadap sifat fisika dan kimia dari hand sanitizer gel ekstrak lidah buaya. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dimana dibuat 8 formula dengan variasi gelling agent carbomer dan humektan gliserin. Kemudian dilakukan pengukuran sifat fisika dan kimia seperti viskositas, daya sebar dan pH.  Data dari hasil sifat viskositas sediaan gel menghasilkan persamaan polinomial Y = 85148.37(A) + 109.16 (B) – 32936.27 (A)(B).  Dari sifat daya sebar sediaan gel menghasilkan persamaan polinomial Y = -17.63 (A) + 6.69 (B) + 4.60 (A)(B). Dari hasil uji pH ke 8 formula, rata rata nilai pH yang didapat yaitu 6.8. Dari hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan yaitu komponen carbomer memberikan pengaruh yang dominan dibanding komponen gliserin terhadap kenaikan viskositas gel dengan nilai koefisien pengaruh sebesar 85.148.37 dan memberikan pengaruh negatif terhadap nilai daya sebar gel dengan nilai koefisien pengaruh sebesar -17.63.
PERBANDINGAN PENGARUH E-BOOKLET, VIDEO ANIMASI, DAN WEBINAR TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU DI PUSKESMAS: Manik Partha Sutema, Ida Ayu; Reganata, Gde Palguna; Widowati, I Gusti Ayu Rai; Andani, Cokorda Istri Ratih; Ratih, Andrinia
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Kryonaut
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v3i2.99

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis. Ketidakpatuhan menjadi tantangan bagi pasien TBC karena lamanya masa pengobatan. Pada masa pandemi COVID-19, upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam menangani pasien TBC dapat dilakukan dengan memberikan edukasi berbasis digital. Ebooklet, video animasi, dan webinar memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas tiga jenis media pendidikan dalam mempengaruhi perilaku pasien TBC. Metode: Jenis penelitian pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest yang dilakukan di Puskesmas Kota Denpasar pada bulan Juli sampai September 2022. Intervensi dilakukan dengan memberikan edukasi melalui e-booklet, video animasi, dan webinar. Kuesioner yang divalidasi digunakan untuk survei menggunakan Google Forms. SPSS 24.0 digunakan untuk menganalisis data. Dengan nilai 33,10 poin, video animasi mempunyai pengaruh paling tinggi terhadap perilaku, disusul e-booklet dengan nilai 9,93 poin, dan webinar dengan nilai 4,97 poin (p=0,00). Tidak ada perbedaan yang signifikan antara pendidikan ebooklet dan webinar (p=0,140). Ada perbedaan antara pemberian video animasi dengan e-booklet dan video animasi dengan webinar (p=0,000). Kesimpulan: e-booklet, video animasi, dan webinar dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi untuk meningkatkan perilaku pasien TBC, dimana video animasi memberikan peningkatan perilaku lebih baik dari webinar dan ebooklet.
Co-Authors AA Sg Dewi Pradnya Pramita Alma Lystia Savitri Mahayasa Anak Agung Indah Astrijayanti Andani, Cokorda Istri Ratih Ardianta, I Putu Riska Ayu Dyahsavira Setyartini Buana, Putu Negia Suci Cahyani Desak Made Widyanthari Dewa Ayu Putu Satrya Dewi Dewa Ayu Putu Satya Dewi Dewa Ayu Putu, Satrya Dewi Dewi, D.A.P Satrya Dewi, DAP Satrya Dewi, Ni Made Ayu Candra Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri I Gede Suasnawa I Gede Widhiantara I GUSTI AGUNG AYU SATWIKHA DEWI - I Gusti Ayu Agung Septiari I Gusti Ayu Diah Candra Dewi I Gusti Made Aman I Gusti Ngurah Agung Windra Wartana Putra I Made Bakta I Made Jawi I Putu Aris Septa Permana I Putu Gede Adi Purwa Hita I Putu Gede Adi Purwa Hita I Putu Riska Ardinata I Putu Tangkas Suwantara Ida Bagus N Maharjana IGA Ari Septiari Intan Prima Asri Ni Komang Juliani, Ni Kadek Ketut Agus Adrianta Ketut Agus Adrianta Luh Putu Widiastini Made Krisna Adi Jaya Maharianingsih, Ni Made Maharianingsih, NM Maharjana, I.B.N Manuaba, I.A Ratih Wulansari Manuaba, IA Ratih Wulansari Maseni, I Gusti Ayu Komang Putri Ni Kadek Arinda Ni Ketut Sari Mertadewi Ni Ketut Tria Purnamisari Ni Made Andrinia Ratih Sri Indarswari Ni Made Maharianingsih Ni Made Sudiari Ni Made Yunitasari Ni Nyoman Sri Budayanti Ni Putu Aryati Suryaningsih Ni Putu Aryati Suryaningsih Ni Putu Wulanda Evayanti Ni Putu Yuliana Assari Putra, IGNA Windra Wartana Putri, Kadek Sephia Adiana Putu Yudhistira Budhi Setiawan Putu Yudhistira Budisetiawan Rajdev Dhillon Ratih, Andrinia Reganata, Gde Palguna Saputra, I Wayan Agus Gede Manik Septiari, I Gusti Ayu Agung Sukmantari, Pande Ni Nuhung Suryaningsih , Ni Putu Aryati Suryaningsih, N.P Aryati Suryaningsih, NP Aryati Wartana Putra, I Gusti Ngurah Agung Windra Widowati, I Gusti Ayu Rai - Wijayaningrum, I Dewa Ayu Indah Windidaca Brata Putri, Dhiancinantyan Wintariani, Ni Putu Wintariani, Ni Putu Aryati Yanti, Ni Komang Semara