Perkembangan konstruksi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta akhir-akhir ini sangat pesat seiring dengan banyaknya pembangunan di sektor properti, perumahan, jalan, dan sarana prasarana lainnya. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM). Hasil analisis data perencanaan dan penjadwalan proyek berpengaruh sebesar 8,7%, manajemen sumber daya dan kontrak berpengaruh sebesar 21,2%, laporan dan dokumentasi berpengaruh sebesar 36,8%, kualitas dan rekayasa nilai berpengaruh pengaruh sebesar 54,9%, penyampaian informasi berpengaruh sebesar 25,1%, hubungan koordinasi berpengaruh sebesar 39,4%. Sedangkan pelaksanaan kontrak tidak mampu mempengaruhi koordinasi kinerja proyek konstruksi karena memiliki nilai t-statistik lebih kecil dari t-tabel (1,96) dan p-value di atas 0,05. Variabel dominan yang mempengaruhi koordinasi kinerja proyek konstruksi adalah kualitas dan rekayasa nilai dengan nilai estimasi terbesar yaitu 54,9%.
Copyrights © 2023