Mahasiswa cenderung merasakan berbagai dampak dari fenomena COVID-19 dalam perubahan metode pembelajaran, sehingga meningkatnya beban belajar pada mahasiswa danĀ mengarah kepada stress hingga burnout, berbagai faktor yang diduga memengaruhi fenomena ini. Studi ini memiliki tujuan mengidentifikasi faktor yang memengaruhi academic burnout pada mahasiswa keperawatan. Studi merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Kami menetapkan kriteria inklusi dan meneruskan tahap pemilihan sampel dengan teknik purposive sampling sehingga didapatkan sebanyak 185 mahasiswa yang bersedia menjadi responden yang mana data ini merupakan data sekunder dari penelitian sebelumnya. Instrumen yang digunakan dalam studi ini yaitu Mashlach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia yang memanfaatkan platform Google. Metode analisis yang digunakan dengan Spearman Rank. Hasil dalam penelitian ini yaitu mahasiswa mengalami burnout dalam level sedang (78,4%) dimana usia 19 tahun (24,9%) dan Angkatan 2021 (30.8%) lebih banyak mengalami burnout dibandingkan lainnya, sementara itu mahasiswa lebih banyak mengalami penurunan prestasi secara akademik (76.8%). Temuan dalam studi ini tidak ada satupun faktor sosiodemografi (jenis kelamin, usia dan angkatan) yang mempengaruhi tingkat academic burnout.
Copyrights © 2023