Pengeringan gabah secara tradisional dilakukan dengan menjemur di bawah sinar matahari, memerlukan lahan yang luas, dan tergantung cuaca. Untuk mengurangan kendala lahan dan ketergantungan terhadap cuaca, maka diperlukan inovasi sistem pengering buatan. Pada kegiatan pengabdian ini diterapkan sistem pengering menggunakan siklus konversi uap yang mampu mengeringkan gabah dengan mengurangi tingkat kelembaban udara. Sistem pengering yang dihasilkan mampu mengurangi waktu pengeringan dari yang sebelumnya memerlukan waktu 3 - 4 hari menjadi kurang dari 1 hari, mengatasi ketergantungan cuaca, dan dapat dilakukan pada lahan/ruang yang terbatas.
Copyrights © 2023