Gangguan menstruasi merupakan masalah yang sering terjadi pada wanita. Menstruasi yang tidak teratur dapat disebabkan karena adanya gangguan hormon maupun faktor psikis, seperti stres, depresi dan lain-lain yang dapat mempengaruhi kerja hormon. Ketegangan fisik dan emosional yang menyertai stres menimbulkan amenorrea. berdasarkan hasil studi pendahuluan didapatkan bahwa dari 8 mahasiswa 5 diantaranya mengalami keterlambatan haid selama 3 bulan dan 2 diantaranya siklus haidnya pendek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian amenorea pada mahasiswa di kelurahan Tlogomas kecamatan Lowokwaru kota Malang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner atau wawancara untuk mendapatkan data berupa tanggapan atau respon dari sampel penelitian, kemudian data yang diperoleh selanjutnya dianalisa dengan menggunakan analisis deskriptif dan juga menggunakan analisa regresi linear sederhana. Hasil analisa regresi linear deferhana menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres (X) terhadap amenorea (Y) dengan nilai thitung sebesar (3,530) ttabel (2,048) dan nilai Fhitung sebesar 20.136 nilai Ftabel sebesar 4,182. Nilai koefisien regresi determinasi sebesar 0,308 atau 30,8 %.
Copyrights © 2021