Paduan Shape Memory Alloy (SMA) memiliki kecerdasan fungsional yang dapat merespon tekanan maupun temperatur melalui transformasi termoelastik secara non difusi. Dalam pengembangannya, perlakuan panas akan sangat berpengaruh terhadap performa material yang dapat dilihat salah satunya melalui fasa martensit yang terbentuk. Oleh karena itu pada penelitian ini dipelajari pengaruh perlakuan panas dengan memvariasikan media pencelupan pada plat SMA Cu-28Zn-3Al wt. % terhadap sifat struktur mikronya. Media pencelupan yang digunakan dalam penelitian ini adalah campuran es kering+air (EW) dan es kering+alkohol (EA) sebagai media pendingin pada rentang temperatur (5 s.d -5 ℃). Tahapan penelitian dimulai dengan perlakuan betatizing plat Cu-28Zn-3Al wt. % pada temperatur 825 ℃ selama 30 menit kemudian di quenching dengan metode direct quench menggunakan variasi media pendingin yaitu EW dan EA. Karakterisasi dilakukan menggunakan optical microscope, XRD dan microvickers. Hasil pengamatan strukturmikro sampel as-quench menunjukkan bahwa perlakuan panas dengan variasi media pencelupan menyebabkan transformasi fasa dari α+β menjadi fasa martensit dan retained α. Selain itu, variasi media pendingin juga menyebabkan terjadinya perbedaan rasio fasa martensit dan retained α pada masing-masing sampel karena perbedaan laju pendinginan, namun tidak disertai perbedaan ukuran butir yang signifikan. Hasil pengujian microvickers menunjukkan kekerasan fasa martensit lebih tinggi dibandingkan dengan retained α.
Copyrights © 2022