Buletin Veteriner Udayana
Vol. 15 No. 4 August 2023

Penanganan Bedah Phimosis pada Anjing

Silvia Correia (Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Sanglah Denpasar, Bali, Indonesia, 80234)
Anak Agung Gde Jayawardhita (Laboratorium Ilmu Bedah dan Radiologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234)



Article Info

Publish Date
16 Mar 2023

Abstract

Phimosis merupakan suatu kondisi dimana hewan jantan tidak dapat mengeluarkan penis. Penyakit ini bisa dapat bersifat kongenital atau didapat. Seekor anjing jantan, mix kintamani, bernama Dipo, umur 5 bulan dengan berat badan 6 kg, mempunyai masalah saat urinasi. Berdasarkan informasi dari pemilik yang mengatakan bahwa anjing kasus tidak bisa mengeluarkan urin seperti anjing pada umumnya. Pemeriksaan klinis menunjukkan lubang preputium anjing terlalu kecil. Hasil pemeriksaan hamatologi darah menunjukkan adanya penurunan nilai hemoglobin dan platelet. Anjing kasus didiagnosis mengalami phimosis dengan prognosa fausta. Penanganan pembedahan yang dilakukan berupa pelebaran bukaan preputium. Penanganan Pasca operasi diberikan antibiotik Amoxycilin secara intravena pada hari pertama dan dilanjutkan dengan pemberian antibiotik salep Gentamicin Sulfate 0,1% dioleskan pada luka jahitan. Antiinflamasi tolfenamic acid diinjeksi secara intramuscular. Hasil operasi dan terapi menunjukkan anjing kasus sudah mulai nyaman saat urinasi. Luka operasi sembuh pada hari ke limabelas. Disarankan bagi pemilik untuk tidak menyepelekan kondisi ini dan langsung diperiksakan ke dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut.

Copyrights © 2023