Pelatihan menjahit berguna untuk memberikan peserta pelatihan keterampilan menjahit dan dapat digunakan untuk meningkatkan pendapatan. Setelah pelatihan didapatkan informasi dari masing-masing ketua bahwa peserta pelatihan belum menguasai sepenuhnya materi, dan keterampilan yang dimiliki masih minim, sehingga hanya sedikit peserta pelatihan yang membuka usaha menjahit dan juga pendapatan masyrakat belum meningkat secara signifikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa persepsi peserta pelatihan menjahit yang diadakan oleh UPTD BLK Payakumbuh terhadap keterampilan menjahit, selanjutnya menganalisa persepsi peserta pelatihan menjahit oleh UPTD BLK Payakumbuh terhadap terhadap pendapatan masyarakat dari usaha menjahit. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat yang telah mengikuti pelatihan menjahit oleh UPTD BLK Payakumbuh yang berada di Kenagarian Koto Tuo, Kenagarian Lubuak Batingkok, Kenagarian Gurun, Kenagarian Batu Balang dan Kenagarian Bukik Limbuku dengan jumlah responden 80 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dengan skala likert. Analisis data dalam penelitian menggunakan analisis statistik deskriptif dengan perhitungan kategori dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menjahit masyarakat setelah mengikuti pelatihan menjahit berada pada kategori kurang terampil dengan rata-rata skor standar deviasi adalah 71,21%, selanjutnya pendapatan masyarakat setelah pelatihan menjahit meningkat, dari yang semula tidak memiliki pendapatan setelah pelatihan menjahit menjadi memili pendapatan yang dihasilkan dari membuka usaha menjahit, denga rata-rata pendapatan Rp 1.215.000 perbulan, dari 37,5% peserta pelatihan yang membuka usaha menjahit
Copyrights © 2023