Nyanyian lagu memiliki tempat dan nilai yang sama dengan unsur liturgi ibadah lainnya. Sebagai salah satu unsur ibadah, nyanyian lagu adalah apresiasi yang dianggap paling ekspresif dan komunikatif yang dapat digunakan oleh orang percaya untuk menyatakan imannya kepada Tuhan. Lagu yang dinyanyikan juga tidak lepas dari lirik lagu alkitabiah yang tentunya mempunyai latar belakang, arti dan maknanya masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan makna teologis lagu versi Indonesia dari lagu “Pujilah Tuhan, Hai Jiwaku†atau versi aslinya yang dikenal dengan judul lagu 10.000 Reasons karya Matt Redman dan Jonas Myrin. Lirik lagu ini diadopsi dari Mazmur 103:1-2. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik analisa data kepustakaan (mengumpulkan data melalui buku-buku, baik dari e-book ataupun dari perpustakaan STT Baptis Kalvari, kemudian jurnal, metode, artikel internet) dan bacaan-bacaan lain yang berhubungan dengan karya ilmiah ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk lagu dan makna teologis lagu “Pujilah Tuhan, Hai Jiwaku†yang akan memberi kontribusi bagi pengguna lagu gereja, dalam liturgi peribadatan. Hasil penelitian ini adalah pemahaman akan bentuk dan makna lagu rohani yang dapat memperdalam pengalaman ibadah dan menghargai setiap lagu pujian kepada Tuhan.
Copyrights © 2023