Media televisi sejauh ini merupakan media massa yang telah menjadi sarana pemenuhan waktu luang sebuah bangsa. Ia juga telah menjadi sarana atau alat pemasaran yang efektif. Sebuah perusahaan menghabiskan ratusan juta hingga miliaran rupiah untuk merangsang kebutuhan audience terhadap produk-produk yang dijajakan. Untuk itu, tujuan dari hampir seluruh program televisi ialah menarik sebanyak mungkin audience. Makin banyak audience, makin tinggi rate (nilai/harga) slot iklan, makin tinggi pendapatan, dan makin tinggi keuntungannya. Singkatnya, tidak ada penonton, tidak ada iklan, tidak ada keuntungan, tidak ada penyiaran (Andi Fachruddin, 2016: P.47). Dalam stasiun televisi memiliki program yang saling berlomba lomba untuk mendapatkan rating & share yang tinggi, dimana salah satu cara untuk meningkatkan rating & share yaitu menggunakan teknik analisis minute by minute (MBM). Melalui minute by minute (MBM), berguna untuk mendalami pada saat kapan (moment) sebuah program mengalami lonjakan rating yang tinggi biasanya data program yang terekam disajikan dalam bentuk satuan terkecil yaitu menit. Dalam program infotaiment dan news, sama-sama memiliki unsur kreatifitas dimana salah satunya meningkatkan program menjadi lebih baik dengan menggunakan teknik analisa MBM yang dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan dalam setiap masing-masing program. Selain itu, untuk dapat menganalisa program Infotainment dan News, maka perlu dibuat suatu  strategi yang dapat menopang sistem  programming suatu program acara yaitu dengan strategi head to head dalam pemilihan jam tayang, sehingga program infotaiment dan news sudah menempatkan jam tayang yang sesuai dan tidak merubahnya lagi, artinya jam tayang infotainment dan news tetap berada pada slot prime time di Indosiar. Kata Kunci: Strategi, Rating, Share, Infotainment, News, MBM
Copyrights © 2023