Pembelajaran yang efektif terjadi ketika semua tujuan pembelajaran terpenuhi semaksimal mungkin. Dengan aktif terlibat dalam pembelajaran mereka, siswa dapat meningkatkan kesempatan pendidikan mereka. Semakin besar jumlah siswa yang terlibat aktif dalam pembelajarannya, maka semakin besar pula prestasi belajarnya. Penelitian ini mengkaji bagaimana cara meningkatkan Prestasi Belajar IPA melalui penerapan Metode Demonstrasi dan Eksperimen. Penelitian ini menggunakan dua siklus penelitian tindakan kelas karena semua siswa dapat mengidentifikasi isolator dan konduktor setelah dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan: rancangan kegiatan, observasi, refleksi, dan revisi. Siswa kelas VI semester 1 di SDN Rekkerrek 3 Kecamatan Palengaan menjadi fokus penelitian ini, dengan data berupa tes formatif, lembar observasi, dan lembar tugas. (LKS). Berdasarkan hasil analisis, kemampuan membedakan isolator dan konduktor meningkat dari siklus I ke siklus II yang diukur dari ketuntasan belajar siklus I (68,5) dengan tingkat ketuntasan 60% dan siklus II (95%). dengan skor rata-rata 75,5. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Metode Demonstrasi dan Eksperimen dapat memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa Kelas VI Semester I SDN Rekkerrek 3 Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan dan model pembelajaran dapat dijadikan sebagai alternatif.
Copyrights © 2023