Pandemi Covid-19 mempengaruhi mutu pelayanan rumah sakit, dimana situasi ini terjadipenerapan peraturan tentang pembatasan kunjungan pasien. Hal ini dapat menyebabkanperubahan pelayanan rawat inap terkait pengelolaan tempat tidur yaitu BOR, LOS, TOI, dan BTO.Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta yang merupakan rumah sakit rujukan Covid-19. Penelitianini bertujuan untuk menganalisis dampak Covid-19 terhadap tingkat efisiensi tempat tidurberdasarkan indikator Barber Jhonson di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta pada tahun 2018-2021. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan retrospektif.Populasi dalam penelitian rekapitulasi SHRI tahun 2018-2021. Hasil penelitian menunjukan bahwadampak Covid-19 mempengaruhi nilai ideal indikator rumah sakit seperti BOR (Bed OccupancyRate) tahun 2018 (7,08%), tahun 2019 (81%), tahun 2020 (19,43%), tahun 2021 (30,6%). Nilai LOS(Length Of Stay) tahun 2018 (4,26 Hari), tahun 2019 (4 Hari), tahun 2020 (4,4 Hari), tahun 2021(5,3 Hari). TOI (Turn Over Interval) tahun 2018 (56 Hari), tahun 2019 (4 Hari), tahun 2020 (18Hari), tahun 2021 (12 Hari). BTO (Bed Turn Over) tahun 2018 (6,05 kali), tahun 2019 (75 kali),tahun 2020 (16 kali), tahun 2021 (21 kali). Perbandingan sebelum adanya Covid-19 yaitu 2018-2019 dan sesudah adanya Covid-19 yaitu tahun 2020-2021 diketahui bahwa kasus pandemi Covid-19 mempengaruhi nilai efisiensi terhadap penggunaan tempat tidur. Tetapi tidak sepenuhnyamempengaruhi karena untuk tahun 2018 sebelum adanya pandemi Covid-19 nilai indikator masihbelum mencapai standar ideal. Ketidakefisien penggunaan tempat tidur pada saat pandemi Covid-19 disebabkan oleh kunjungan pasien yang sedikit yang mengakibatkan jumlah hariperawatanrendah dan pada tahun 2020-2021 rumah sakit belum bekerja sama kembali dengan BPJS.
Copyrights © 2022