Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas terbaik antara tiga jenis rumput yaitu rumput Pakchong, rumput Zanzibar, dan rumput Biograss Agrinak pada interval pemotongan yang berbeda-beda yakni pada umur pemotongan 50 hari (U1), 60 hari (U2), dan 70 hari (U3). Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial dengan dua faktor. Percobaan dilakukan dengan ulangan 3 kali sehingga didapatkan 9 kombinasi. Adapun variabel pada penelitian ini yaitu Bulk dencity, Daya Serap (Water Regain capacity), Daya Larut (Water Sulobility), Energi Bruto (Gross Energy), Total Degestible Nutrien (TDN). Rumput Pakchong berbeda nyata (P<0,05) paling tinggi pada bulk dencity, daya larut air (Water solubility), energi bruto (Gross energy), dan TDN (Total Digestible Nutrient) dibandingkan rumput Zanzibar dan rumput Biograss Agrinak. Umur pemotongan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas fisik (Bulk density) dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap Energi Bruto (Gross energy), pada pemotongan umur 60 hari paling tinggi. Interaksi antara jenis rumput dan umur pemotongan hanya terjadi pada variabel pengamatan daya larut air (Water solubility) tertinggi pada kombinasi perlakuan rumput Pakchong dengan umur pemotongan 70 hari (R1U3), dan variabel TDN tertinggi pada kombinasi perlakuan rumput Zanzibar dengan umur pemotongan 50 hari (R2U1).
Copyrights © 2023