Lumpur minyak merupakan salah satu bentuk limbah yang berasal dari industri pengilangan minyak. Limbah ini termasuk dalam kategori limbah B3 sehingga memerlukan pengolahan dan penanganan sebelum dibuang ke lingkungan.Bila ditinjau dari komposisinya, limbah lumpur minyak ini masih mungkin untuk dimanfaatkan. Namun tentu saja diperlukan pengolahan awal sebelum pemanfaatannya. Salah satu tahap awal pengolahan lumpur minyak adalah proses pemisahan air, minyak dan padatannya dengan cara volatilisasi. Metodologi yang digunakan dalam tahap ini adalah dengan cara volatilisasi yang bertujuan untuk memisahkan air dan minyak dari sampel lumpur minyak. Metode ini dilakukan dengan cara melakukan pemanasan sampel dalam suatu labu dengan pengambilan destilat setiap setengah jam sekali selama lima jam, dengan suhu dijaga tetap. Dalam pemanasan ini perlu diketahui adanya waktu dimana laju destilat konstan dan pemanasan tidak efektif lagi. Dalam percobaan digunakan dua jenis lumpur minyak yaitu lumpur minyak pertamina Cilacap dan Pertamina Balongan. Hasil dari proses volatilisasi ini adalah 15,5% air, 2,67% minyak dengan persen kehilangan massa 17,67% untuk lumpur minyak Pertamina Cilacap dan 15% air, 1,9% minyak dengan persen kehilangan massa 15,99% untuk lumpur minyak Pertamina Balongan. Kata kunci : lumpur minyak, volatilisasi, destilat
Copyrights © 2005