Potensi kejadian hujan dan badai guntur menjadi perhatian penting untuk dapat diwaspadai karena berdampak terhadap aktivitas masyarakat khususnya di bidang penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kejadian hujan dan badai guntur. Data yang digunakan adalah data radiosonde untuk memperoleh indeks labilitas atmosfer dan data curah hujan sebagai pembanding kejadian. Selain itu, data citra radar cuaca digunakan sebagai analisis pertumbuhan awan konvektif sebelum terjadinya hujan dan badai guntur. Hasil pengolahan data radiosonde untuk beberapa kejadian menunjukkan kesesuaian terhadap kondisi cuaca yang terjadi sebelum kejadian hujan dan badai guntur. Nilai K-Indeks (KI), Total-Total Indeks (TT) dan SWEAT sebelum kejadian hujan atau badai guntur memiliki nilai indeks labilitas pada kategori sedang hingga kuat. Data citra radar cuaca juga menunjukkan adanya pertumbuhan awan konvektif pada waktu 4 jam sebelum kejadian. Validasi dari data pengamatan udara permukaan menunjukkan keadaan cuaca sebenarnya yang terjadi yaitu kejadian hujan diikuti badai guntur.
Copyrights © 2020