Telah diketahui sebelumnya bahwa daun tanaman jayanti {Sesbania sesban (L.) Merr.} memiliki kandungan aktif anti serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi selektivitas anti serangga dari berbagai fraksi ekstrak daun S. sesban terhadap ulat kubis, Plutella xylostella sebagai serangga sasaran dan terhadap parasitoidnya, Diadegma semiclausum sebagai serangga non sasaran. Serbuk kering daun S. sesban diekstraksi secara bertingkat, berturut-turut dengan menggunakan heksan, diklorometan (DCM), etanol (EtOH), dan air. Masing-masing fraksi ekstrak daun S. sesban dilakukan uji toksisilatas akut letalàterhadap larva P. xylostella dan imago D. semiclausum secara in situ menurut rancangan acak lengkap di perkebunan kubis Sembalun Lombok Timur. Data mortalitas larva P. xylostella dan imago D. semiclausum masing-masing diolah dengan menggunakan análisis probit untuk menentukan konsentrasi kematian 50% hewan uji (LC50). Hasil menunjukkan, bahwa LC50 ke empat faksi ekstrak daun S. sesban, yaitu fraksi ekstrak-heksan, DCM, EtOH, dan air terhadap larva P. xylostella berturut-turut adalah 343.71, 294.78, 29.95, dan 1197,13 ppm, dan LC50 ke empat fraksi ekstrak tersebut terhadap imago D. semiclausum berturut-turut adalah 305.5, 121.56, 37.38, dan 1043.70 ppm. Bila rasio LC50 untuk D. semiclausum terhadap LC50 untuk P. xylostella bernilai lebih dari satu, maka artinya bahwa anti serangga dari bahan uji tersebut bersifat selektif. Hasil menunjukkan, bahwa aktivitas anti serangga dari fraksi ekstrak-EtOH daun S. sesban bersifat selektif, dengan nilai selektivitas 1.25, sedangkan fraksi ekstrak-heksan, DCM, dan air, masing-masing sifat anti serangganya tidak selektif, dengan nilai selektivitas beruturut-turut 0.89, 0.41, dan 0.87.
Copyrights © 2018