Literasi sains dan literasi budaya merupakan kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa pada abad ke-21 untuk menghadapi persaingan global. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan analisis artikel tentang etnosains dan kearifan lokal masyarakat suku Sasak untuk mengembangkan literasi sains dan literasi budaya mahasiswa. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu menentukan artikel yang akan dianalisis, melakukan sosialisasi kegiatan melalui media sosial yaitu facebook dan WhatsApp Group, dan kegiatan analisis artikel melalui google meet. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2021 dengan jumlah peserta sebanyak 58 orang. Judul artikel yang dianalisis yaitu: Ethnoscience-Based Science Learning Model to Develop Critical Thinking Ability and Local Cultural Concern for Junior High School Students in Lombok. doi: https://doi.org/10.29303/jppipa.v7i1.530 yang terbit di Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, Januari 2021, Volume 7, Issue 1, halaman 60-66. Etnosains dan kearifan lokal suku Sasak yang dibahas pada artikel tersebut yaitu: 1) penerapan konsep pengukuran menggunakan satuan tak baku dalam Membangun Rumah Tradisional di Kampung Sade, 2) identifikasi ciri-ciri cacing laut pada tradisi Bau Nyale, 3) konsep campuran dan zat tunggal pada proses pewarnaan benang pada kain tenun Sesek khas Sasak, 4) menganalisis konsep getaran dan bunyi pada alat musik tradisional Gendang Beleq, 5) menerapkan konsep bioteknologi konvensional pada pembuatan jajan tardisional poteng reket. Kegiatan analisis artikel ini diharapkan dapat mengembangkan literasi sains dan literasi budaya mahasiswa.
Copyrights © 2021