Kegiatan pengembangan bandar udara merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur dalam suatu wilayah atau kota mengingat besarnya peran infrastruktur. Sejak tahun 2016 Bandar Udara Kuabang Kao mulai dikembangkan dengan memperpanjang landasan pacu, menambah area parkir pesawat, dan pembangunan terminal penumpang yang baru. Sementara untuk pengoperasian Bandar Udara Kuabang Kao pelayanannya masih terbatas pada rute penerbangan Bandara Kuabang Kao ke Bandar Udara Sam Ratulangi Manado dengan menggunakan pesawat terbang model ATR. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui kondisi eksisting runway bandar udara Kuabang Kao – Halmahera Utara. (2) Menganalisis pergerakan penumpang di bandar udara kuabang Kao – Halmahera Utara 10 tahun mendatang. Dan (3) Menghitung kebutuhan landasan pacu (runway) di waktu yang akan datang berdasarkan hasil proyeksi potensi penumpang di tahun 2027. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Dari data pesawat yang ada serta panjang runway yang dibutuhkan diperoleh kode angka yaitu angka 3 dan kode huruf adalah huruf C, sehingga lebar runway yang harus digunakan berdasarkan Tabel adalah 27,05 m. Berdasarkan hasil analisa, diperoleh kebutuhan runway pesawat ATR 72-500 untuk kondisi maksimum yaitu 1290 x 27,05 m,sedangkan dimensi runway Bandar udara Kuabang – Kao yang ada saat ini yaitu 2400 x 30 m. Oleh karena itu,untuk memenuhi standar kriteria keselamatan penerbangan sesuai peraturan yang ada. (2) Pergerakan penumpang bandara berdasarkan trend data peramalan jumlah penduduk pada tahun 2022 adalah sebesar 79700 orang dengan rata – rata penumpang harian sebanyak 218 orang, pada tahun 2027 jumlahnya meningkat menjadi 87829 orang dengan penumpang harian sebesar 240 orang. Adapun berdasarkan trend data peramalan angka PDRB, pergerakan penumpang tahun 2022 adalah sebesar 52461 orang dengan rata – rata penumpang harian sebanyak 143 orang, dan pada tahun 2027 sebesar 68730 dengan rata – rata penumpang harian sebanyak 188 orang. Dan (3) Jenis pesawat yang digunakan saat ini tidak mampu menampung jumlah penumpang hasil peramalan pada tahun 2022 dan 2027, apabila empat kabupaten di pulau Halmahera bekerjasama untuk menjadikan Bandar udara kuabang – kao sebagai Bandar udara utama. Adapun pada tahun 2022 dibutuhkan adanya pergantian tipe pesawat menjadi Airbus A320-200 atau Boeing 737 -800 dengan dimensi runway yang dibutuhkan adalah 2054 x 45 m. Kondisi Eksisting panjang runway 2400 m, lebar runway 30, sehingga dibutuhkan pelebaran runway menjadi 45 meter.
Copyrights © 2019