Disartria Spastis merupakan gangguan motorik bicara yang disebabkan karena lesi bilateral pada jalur aktivasi langsung (pyramidal) maupun tidak langsung (extrapyramidal) pada sistem saraf pusat. Gangguan pada subsistem respirasi dan fonasi merupakan manifestasi yang umum pada disartria dan dapat memberikan dampak yang luar biasa pada produksi wicara. Metode “Respiration Training”sering digunakan oleh terapis wicara dalam penanganan untuk disfungsi respiras. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas metode terapi “respiration training” pada peningkatan kemampuan respirasi pada penderita disartria spastis. Responden pada penelitian ini berjumlah 4 orang penderita Disartria Spastis (3 orang Perempuan, 1 orang laki-laki), yang disebabkan karena Stroke. Rata-rata usia 55-65 tahun (M=59, SD= 4,546), mengalami kelumpuhan, tidak mengalami Afasia dan Disfagia. Hasilnya tidak ada perbedaan signifikan antara durasi perpanjangan konsonan /f/ untuk Pre Test dan Post Test, sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini “ tidak terlihat adanya pengaruh penggunaan metode Respiration Training terhadap peningkatan antara durasi perpanjangan konsonan /f/”
Copyrights © 2021