Pendidikan merupakan hak wajib yang dimiliki oleh setiap warga negara, termasuk untuk para penyandang disabilitas yang dapat bersekolah pada satuan pendidikan inklusi maupun satuan pendidikan luar biasa. Salah satu anak berkebutuhan khusus yang sangat diperhatikan yaitu anak autisme. Anak autisme mempunyai karakteristik dan kemampuan yang berbeda-beda pada tiap individunya. Sehingga biasanya ditangani oleh satu pendidik dengan model pembelajaran yang disesuaikan. Tetapi di SLB Tunas Mulya menerapkan kelas homogen antarjenjang pada ketunaan autisme karena kekurangan pendidik. Sehingga satu pendidik mengajar beberapa siswa autisme yang berbeda jenjang dan berbeda model pembelajarannya. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di SLB Tunas Mulya dan melakukan wawancara dengan pendidik di sana. Hasil yang dapat ditemukan dari observasi tersebut adalah beberapa kegiatan, tindakan, dan kesulitan yang dilakukan tenaga pendidik dalam proses pembelajaran dengan bentuk kelas homogen tersebut.
Copyrights © 2023