Dalam era kemajuan teknologi konstruksi beton, sumber daya alam yang menyusun beton semakin menyusut, sehingga diperlukan inovasi untuk menggantikan sebagian dari agregat dengan material alternatif yang memiliki karakteristik hampir sama. Salah satu material alternatif yang mungkin digunakan adalah pasir besi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan pasir besi sebagai pengganti sebagian campuran dalam pembuatan beton dengan percepatan 0%, 10%, 15%, dan 19% dari berat agregat halus, dengan bahan yang diperoleh dari pesisir pantai selatan Kebumen dan sungai Luk Ulo Kebumen. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik PT Karya Adi Kencana Kebumen menggunakan standar SNI 03-2834-2000 dengan batas minimal pengujian kuat tekan dan kuat lentur beton. Sampel beton berbentuk silinder dan kubus digunakan untuk menguji karakteristik beton campuran sebagian agregat halus dengan pasir besi pada beton percepatan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa beton dengan sebagian pasir besi 10% pada umur 7 hari memiliki kekuatan maksimal sebesar 30,90 Mpa, yang memenuhi standar SNI, dan kekuatan lentur beton yang dihasilkan melebihi batas yang diharapkan yaitu Fs 45. Oleh karena itu, material penyusun beton dari pesisir pantai selatan Kebumen dan Sungai Luk Ulo Kebumen selatan dapat dianggap sebagai beton kualitas sedang. Penggunaan material alternatif seperti pasir besi dapat membantu menjaga ketersediaan sumber daya alam dan mengurangi dampak negatif dari beton, sehingga dapat meningkatkan nilai beton tersebut.
Copyrights © 2023