Media Dermato-Venereologica Indonesiana
Vol 45 No 4 (2018)

Peran Radiasi Pada Tata Laksana Keloid




Article Info

Publish Date
27 Apr 2019

Abstract

Keloid merupakan salah satu lesi jinak pada kulit yang timbul akibat respons penyembuhan luka yangabnormal. Meskipun bersifat jinak, namun keloid dapat menimbulkan gejala klinis yang mengganggu. Terdapatbanyak pilihan terapi untuk keloid yang bersifat invasif maupun non-invasif. Pembedahan merupakan modalitasinvasif yang paling umum digunakan, meskipun angka rekurensi pasca terapi tunggal dengan pembedahandinilai cukup tinggi yakni mencapai 50-100% dalam 5 tahun. Radioterapi dapat dilakukan sebagai monoterapimaupun sebagai terapi adjuvan pasca bedah dalam tata laksana keloid. Terapi keloid dengan pembedahandiikuti dengan radiasi menghasilkan angka rekurensi kurang dari 10% pada 1 tahun pertama pascaterapi.Radioterapi yang dilakukan dapat berupa brakiterapi maupun radiasi eksterna. Radiasi dapat menurunkanproliferasi fibroblas dan sel endotel yang selanjutnya mengurangi produksi kolagen. Radioterapi pascabedahdianjurkan untuk dimulai dalam waktu kurang dari 48 jam dengan total dosis yang masih menjadi perdebatan.Kaitan antara dosis dan efek radiasi dengan biologically equivalent dose (BED) menjadi dasar pembuatanpedoman. BED lebih dari 30 Gy dianggap efektif untuk menurunkan angka rekurensi keloid.Kata kunci: keloid, terapi, pascabedah, radiasi, rekurensi

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

mdvi

Publisher

Subject

Health Professions

Description

Media dermato Venereologica Indonesiana adalah jurnal open access dan peer-reviewed yang fokus di bidang dermatologi dan venereologi. Jurnal ini menerbitkan artikel asli, laporan kasus, tinjauan pustaka dan komunikasi singkat mengenai kesehatan kulit dan kelamin, diagnosis dan terapi pada bidang ...