Media Dermato-Venereologica Indonesiana
Vol 49 No 1 (2022)

PATOGENESIS DAN PENDEKATAN DIAGNOSTIK SINDROM NETHERTON




Article Info

Publish Date
06 Jul 2022

Abstract

Sindrom Netherton merupakan genodermatosis autosomal resesif karena mutasi gen serine peptidase inhibitor Kazal type 5 (SPINK5) yang mengkode lymphoepithelial Kazal-type inhibitor (LEKTI). Defisiensi LEKTI menyebabkan berbagai perubahan fisiologis yang mengakibatkan kerusakan sawar kulit. Peningkatan kallikrein (KLK) khususnya KLK 5, 7, dan 14 akan mendegradasi desmosom dan korneodesmosom sehingga stratum korneum terlepas. Peningkatan elastase (ELA) 2 menyebabkan degradasi filaggrin dan abnormalitas lipid sehingga sawar kulit terganggu. Aktivasi PAR-2 dan peran katelisidin mencetuskan reaksi alergi dan inflamasi. Sindrom Netherton memiliki gejala klinis yang mirip beberapa dermatosis lain sehingga kadang tidak terdiagnosis. Diagnosis ditegakkan dengan pendekatan klinis yang komprehensif, pemeriksaan laboratorium, histopatologi, serta pewarnaan imunohistokimia. Pemeriksaan rambut dapat menggunakan trikoskopi, mikroskop cahaya, atau mikroskop elektron. Pemeriksaan genetik molekular dengan DNA sequencing dapat mengonfirmasi diagnosis dan memungkinkan konseling genetik yang lebih tepat.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

mdvi

Publisher

Subject

Health Professions

Description

Media dermato Venereologica Indonesiana adalah jurnal open access dan peer-reviewed yang fokus di bidang dermatologi dan venereologi. Jurnal ini menerbitkan artikel asli, laporan kasus, tinjauan pustaka dan komunikasi singkat mengenai kesehatan kulit dan kelamin, diagnosis dan terapi pada bidang ...