Pendahuluan: Pandemi coronavirus disease (COVID-19) menimbulkan tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan yang bekerja merawat pasien COVID-19 karena akan menggunakan alat pelindung diri (APD) dalam jangka waktu lama. Kondisi tersebut dapat menimbulkan reaksi simpang di kulit dan mengganggu kinerja tenaga kesehatan. Tujuan: Mendapatkan gambaran dan insidens reaksi simpang pada kulit akibat penggunaan APD di RSUP Persahabatan, Jakarta. Metode: Menggunakan desain potong lintang deskriptif untuk mendeskripsikan berbagai reaksi simpang pada kulit akibat penggunaan APD (tingkat perlindungan 3) beserta insidensnya. Data tersebut diperoleh melalui kuesioner yang diisi secara mandiri oleh responden. Hasil: Reaksi simpang akibat penggunaan APD dikeluhkan oleh 58,8% responden, berupa keluhan kulit akibat masker N95 (41,6%), sarung tangan medis (34,3%), pakaian pelindung (26,2%), kaca mata pelindung (17,6%), dan APD lain (20,2%). Diskusi: Berdasarkan data yang didapatkan dari hasil penelitian ini, reaksi simpang akibat penggunaan APD masih sering terjadi meskipun durasi dan frekuensi penggunaan APD sudah sesuai anjuran. Masker N95 adalah jenis APD yang paling sering menimbulkan reaksi simpang pada kulit. Kesimpulan: Diperlukan suatu upaya tambahan pada tenaga kesehatan untuk mengurangi risiko munculnya reaksi simpang di kulit akibat APD, misalnya melalui edukasi cara menggunakan APD secara tepat dan peningkatan peran dokter spesialis kulit dan kelamin untuk menangani keluhan tersebut secara dini.
Copyrights © 2022