Pendahuluan: Tinea kapitis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur pada kulit kepala, dengan gambaran klinis yang khas. Terdapat beberapa tipe tinea kapitis, yaitu black dot, gray patch (bentuk non-inflamasi), kerion, dan favosa (bentukinflamasi). Dermoskopimerupakan teknik noninvasif dan cepat, membantu menegakkan diagnosis tinea kapitis, karena setiap jenis tinea kapitis memiliki gambaran dermoskopi yang berbeda. Tujuan: Tujuan penelitian untuk menentukan sensitivitas dan spesitivitas pemeriksaan dermoskopi tinea kapitis. Metode: Penelitian merupakan uji diagnosis dengan pendekatan potong-intang. Semua pasien yang telah dilakukan pemeriksaan kalium hidroksida (KOH) diagnosis dilakukan pemerikaan dermoskopi. Hasil: Penelitian ini dilakukan terhadap 52 pasien tinea kapitis terdiri dari tipe klinis; black dot 17 pasien, gray patch 11 pasien, favosa 6 dan kerion 2 pasien. Dengan pemeriksaan dermoskopi dijumpai fitur; comma hairs 26 pasien, corkscrew hairs 15 orang, Black dots, broken hair 7 orang dan Coiled hair 4 orang. Masih ada fitur dermoskopi yang lain, tapi agak sulit mengklasifikasikan seperti peripilar casts, dystrophic dan cadaverized hairs, tubular hair cast. Kesimpulan: Dermoskopi dapat diterapkan untuk menegakkan diagnosis tinea kapitis dan dapat digunakan membedakan kelaian kulit kepala dan rambut yang lainnya dengan sensitivitas 81,1% dan spesitivitas 82,0 %. Kata kunci: Sensitivitas, spesitivitas, dermoskopi, gambaran klinis, tinea kapitis
Copyrights © 2022