Artikel ini bertujuan mengukur kepemimpinan Presiden Jokowi di tengah krisis pandemi Covid-19. Latar belakang penyusunan artikel ini adalah adanya di satu sisi penyebaran pandemi Covid-19 yang tak dapat dibendung dengan jumlah pasien yang meninggal terus bertambah dari hari ke hari, dan di sisi lain, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang perlu diperiksa ketepatannya karena masih banyak tim medis yang kekurangan stok perlindungan, dan adanya stok bahan pangan untuk masyarakat yang belum secara merata tersalurkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa Covid-19 merupakan sebab krisis yang menguji kepemimpinan setiap pimpinan negara, termasuk kepemimpinan Jokowi sebagai Presiden Indonesia. Adapun penulisan ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan berdasarkan teori kepemimpinan yang efektif, gaya kepemimpinan, pengaruh seorang pemimpin dan The New Normal Concept. Artikel ini menyimpulkan bahwa kualitas kepemimpinan Presiden Jokowi masih tergolong belum tegas dalam bertindak di tengah krisis pandemi Covid-19
Copyrights © 2020